Jatinangor, 25 Juni 2026 – Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pengelolaan Bisnis menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Risiko Satuan Usaha bagi para pengelola Satuan Usaha di lingkungan Unpad, diantaranya dihadiri oleh perwakilan dari; Rumah Sakit (RS), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan (RSH), Lab. Sentral, Unpad Press, ShopUp dan Satuan Usaha Inovasi-DRHPM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 09.00-10.30 WIB secara daring.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola usaha di lingkungan Unpad, khususnya dalam mendukung implementasi Peraturan Rektor Unpad Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembentukan dan Pengelolaan Satuan Usaha di Lingkungan Universitas Padjadjaran. Dalam ketentuan tersebut, setiap Satuan Usaha diamanatkan untuk menerapkan manajemen risiko yang mencakup proses identifikasi, penilaian, mitigasi, monitoring, dan evaluasi terhadap risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan mewakili Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad, oleh Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. (Sekretaris Direktorat) menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini dalam rangka implementasi ketentuan Pasal 61 Peraturan Rektor Unpad Nomor 19 Tahun 2026 bahwa setiap Satuan Usaha wajib membuat Risk Profiles dan dilaporkan secara berkala kepada Universitas. Melalui kegiatan ini, para pengelola Satuan Usaha diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses penyusunan dokumen manajemen risiko serta mekanisme pelaporan implementasinya. Pemenuhan pengelolaan risiko ini juga menjadi salah satu kriteria penilaian kinerja satuan usaha oleh Pimpinan Universitas melalui Rubriks Penilaian Kinerja SU.
“Penguatan manajemen risiko bukan hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola usaha yang sehat. Dengan pengelolaan risiko yang baik, Satuan Usaha diharapkan mampu mengantisipasi potensi hambatan dan menjaga keberlanjutan bisnisnya,” ujar Jamil.
Kegiatan ini dipandu oleh Kepala Kantor Manajemen Risiko (KMR) Unpad, Dr. Ivan Yudianto, SE., Ak., M.Si. dalam pemarapannya Kepala KMR mempresentasikan kerangka kerja penerapan manajemen risiko di unit bisnis Unpad, menjelaskan dasar peraturan termasuk peraturan terkait yang mengamanatkan pelaksanaan manajemen risiko. Presentasi mencakup proses manajemen risiko, metode identifikasi dan analisis risiko, kriteria evaluasi risiko menggunakan tingkat probabilitas dan dampak, dan model tiga baris yang melibatkan Rektor dan Wakil Rektor (garis pertama), kepala unit bisnis (pemilik risiko lini pertama), dan Kantor Manajemen Risiko (dukungan lini kedua).
Pada sesi yang sama Tim KMR mendemonstrasikan metodologi penilaian risiko menggunakan contoh dari berbagai unit bisnis seperti rumah sakit, klinik, dan laboratorium sentral, menunjukkan bagaimana mengidentifikasi risiko, menganalisis penyebab dan konsekuensi, dan mengembangkan strategi mitigasi. Tim juga membahas penggunaan alat profil risiko berbasis Excel Macro yang akan dibagikan dengan unit bisnis untuk membantu mereka mendokumentasikan profil risiko mereka, dengan rencana untuk pemantauan tindak lanjut dan dukungan dari tim adhoc Kantor Manajemen Risiko.
Selanjuntnya dalam 3 minggu kedepan setiap Satuan Usaha telah mengisi Template Baku tersebut untuk dilaporkan kepada KMR dan DPB Unpad. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad berharap seluruh Satuan Usaha dapat semakin siap dalam menerapkan manajemen risiko secara terstruktur. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam membangun ekosistem bisnis internal yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Jatinangor, 22 Juni 2026 – Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Pelatihan Marketing Lanjutan: Optimalisasi Digital Marketing dan Strategi Konten Media Sosial bagi pengelola Badan Usaha Milik Unpad (BUMU), Satuan Usaha (SU), dan Unit Usaha Akademik (UUA) di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Bale Rucita, Gedung Rektorat Kampus Unpad Jatinangor.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya DPB Unpad dalam meningkatkan kapasitas pengelola unit usaha agar mampu memanfaatkan media digital secara lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial saat ini menuntut setiap unit usaha untuk tidak hanya memiliki produk atau layanan yang baik, tetapi juga mampu mengomunikasikannya melalui strategi pemasaran yang tepat, konten yang menarik, serta pengelolaan kanal digital yang konsisten.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan mewakili Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad, oleh Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. (Sekretaris Direktorat) menekankan bahwa pemasaran digital dan media sosial telah menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Produk atau layanan yang baik perlu didukung dengan cara komunikasi yang menarik, konsisten, dan tepat sasaran agar lebih dikenal, dipercaya, serta dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi Bapak/Ibu, terutama dalam memahami strategi digital marketing, membuat konten yang lebih menarik, serta mengelola media sosial unit usaha secara lebih efektif. Setelah kegiatan ini, setiap unit diharapkan tidak hanya aktif memiliki media sosial, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai sarana promosi, branding, peningkatan layanan, dan pendapatan unit usahanya,” ujar Sekretaris Direktorat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Aqshel Revinzky, SE., MBA, Dosen Manajemen FEB Unpad, serta dari MarkPlus Inc., Hanif Biasmara sebagai praktisi di bidang digital marketing dan content creation. Materi yang disampaikan mencakup tren digital marketing terkini, penentuan target audiens dan positioning, strategi branding melalui media sosial, optimalisasi media sosial untuk promosi usaha, hingga pengukuran efektivitas kampanye digital.
Dalam sesi strategi digital marketing, peserta mendapatkan pemahaman mengenai perubahan perilaku audiens di era digital, termasuk pentingnya pendekatan soft selling, pemilihan kanal digital yang sesuai, serta penguatan brand melalui konten yang relevan dan mudah dipahami. Peserta juga diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kepercayaan, interaksi, dan loyalitas pelanggan.
Sementara itu, pada sesi content creation, peserta memperoleh materi mengenai prinsip dasar pembuatan konten yang menarik, teknik pembuatan foto, video, dan desain sederhana, copywriting dan caption yang efektif, serta penyusunan kalender konten. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan praktik pembuatan konten, sehingga peserta dapat langsung menyusun ide dan rancangan konten yang relevan dengan karakteristik unit usaha masing-masing.
Melalui pelatihan ini, DPB Unpad mendorong setiap BUMU, SU, dan UUA untuk lebih aktif mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran dan komunikasi bisnis. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi layanan bisnis berbasis digital, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dan pendapatan unit usaha secara berkelanjutan.
DPB Unpad berharap pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem unit usaha yang semakin adaptif, kreatif, profesional, dan berdaya saing di era digital. Dengan penguatan kapasitas pemasaran digital, unit-unit usaha di lingkungan Unpad diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih dikenal masyarakat serta memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan bisnis universitas.
Suasana pelantikan Direksi Satuan Usaha Rumah Sakit Unpad, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Klinik Kesehatan Unpad, serta Rumah Sakit Hewan (RSH) di lingkungan Universitas Padjadjaran yang diselenggarakan di Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Senin, 4 Mei 2026. (Foto oleh: Dadan Triawan)*
Rektor Universitas Padjadjaran melantik sejumlah pimpinan pengelola Rumah Sakit Pendidikan, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Klinik, serta Rumah Sakit Hewan di lingkungan Universitas Padjadjaran yang diselenggarakan di Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pelantikan pengelola baru di lingkungan Rumah Sakit Unpad ini merupakan salah satu bentuk keikutsertaan Unpad dalam pengembangan layanan kesehatan, sekaligus menjadi wahana pendidikan bagi para mahasiswa yang ada di Unpad. Oleh karena itu, Rektor berharap bahwa aktivitas rumah sakit di lingkungan Unpad dapat memastikan proses pendidikan berlangsung dengan baik.
“Kita ketahui bersama bahwa saat ini banyak terjadi turbulensi dalam penyelenggaraan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, fungsi dan peran Rumah Sakit Pendidikan juga merupakan hal yang sangat penting untuk kita dapat kembangkan sehingga dapat menjadi wahana pendidikan yang sangat baik bagi mahasiswa,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan menjadi wahana pendidikan yang baik, kehadiran Rumah Sakit Unpad juga diharapkan dapat menjadi jembatan terwujudnya visi Unpad, yaitu unggul, inklusif, dan berdampak. “Rumah Sakit kita (Unpad) tentunya harus inklusif dalam arti dapat menerima seluruh lapisan masyarakat, harus unggul yang artinya kita dapat menghasilkan produk-produk dan pelayanan yang baik, dan berdampak melalui pengembangan ilmu kesehatan dan ilmu secara umum, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Berikut adalah para direktur yang dilantik:
NO.
NAMA
JABATAN DIREKSI SATUAN USAHA
1.
dr. Herry Herman, Sp.OT., Ph.D.
Direktur Utama Rumah Sakit Unpad
2.
Dr. Prima Yusi Sari, SE., ME., Ak.
Direktur Keuangan dan Administrasi Rumah Sakit Unpad
3.
Dr. Reza Widianto Sudjud, dr. M.Kes., Sp.An.
Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Unpad
4.
Dr. dr. Rova Virgana, Sp.M.
Direktur Umum dan Operasional Rumah Sakit Unpad
5.
drh. Armanda Dwi Prayugo, M.Biotek
Direktur Rumah Sakit Hewan Unpad
6.
dr. Azzimi, AIFO-K
Direktur Klinik Unpad
7.
Dr. drg. Kosterman, MM.
Direktur Utama Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad
8.
drg. Diani Prisinda, MARS., Sp.KG(K)
Direktur Administrasi dan Keuangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad
Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Workshop Perhitungan Tarif/Unit Cost Barang dan Jasa Layanan Unit Usaha Akademik secara daring pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad, Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M., serta sambutan oleh Direktur DPB, Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Direktur DPB mengatakan “Workshop ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait perhitungan tarif layanan yang lebih akurat. Akurat disini artinya ‘pantas’, tidak overcosting sehingga tarifnya tidak kompetitif/kemahalan sehingga tidak laku dipasaran, ataupun undercosting karena sering mengalami perubahan harga yang menyebabkan cashflow terganggu. Dengan pendekatan ini, diharapkan UUA dapat memberikan layanan berkualitas dengan penetapan harga yang ‘mendekati pantas’ bagi semua pihak”.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih oleh 61 partisipan yang terdiri dari para Ketua dan Pengelola dari 33 Unit Usaha Akademik (UUA) di lingkungan Universitas Padjadjaran, yang dilaksanakan pada pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Departemen Ilmu Terapan Sementara – Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran; Retta Farah Pramesti, S.E., M.AK. CAP. dan Annisa Nabila Hasan, S.E., M.E., MSc., CSP.
Para narasumber memaparkan materi yang membahas konsep dasar hingga praktik perhitungan unit cost. Materi mencakup identifikasi komponen biaya, klasifikasi biaya tetap dan variabel, hingga strategi penentuan tarif layanan yang kompetitif. Selain itu, workshop juga dilengkapi dengan studi kasus nyata, seperti UUA Laboratorium Keperawatan Anak “Puspa Day Care” yang ada di Jatinangor dan yang berlokasi di Gedung Pamitran Jln Eyckman Kota Bandung, serta studi kasus Lab. Biomedik Fakultas Kedokteran, untuk memberikan gambaran implementasi di lapangan.
Melalui studi kasus tersebut, peserta diajak untuk memahami perbedaan struktur biaya antar layanan serta faktor-faktor yang memengaruhi besaran tarif, termasuk lokasi, fasilitas, dan kualitas layanan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu UUA dalam menyusun kebijakan tarif yang tidak hanya berbasis biaya, tetapi juga mempertimbangkan aspek nilai dan daya saing.
Dalam workshop tersebut narasumber juga memberikan format baku (template) Pricing & Costing dengan kondisi bisnis terkini berupa formulasi google sheets yang memudahkan pengelola UUA dalam melakukan simulasi-simulasi mulai dari penetapan biaya tetap, variable, semi variable, serta penentuan margin hingga muncul tarif final.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh Unit Usaha Akademik Fakultas yang ada di Unpad mampu menyusun struktur tarif layanan yang lebih terstandar, transparan, dan mendukung penguatan ekosistem bisnis universitas secara keseluruhan serta dapat berkontribusi lebih optimal sebagai revenue generatorunit bagi universitas.
Jatinangor, 24 April 2026 — Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Bisnis (SIMBIS) Unpad serta integrasi Invoice Accounts Receivable (AR) Oracle Keuangan Unpad (khusus bagi UUA) secara daring pada Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Pengelolaan Bisnis Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M., serta pengantar & sambutan oleh Direktur DPB, Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Direktur DPB mengatakan bahwa “SIMBIS berfungsi sebagai pusat pemantauan kinerja bisnis, yang dapat diakses oleh pimpinan universitas, fakultas, hingga pengelola unit usaha untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Melalui SIMBIS, terjadi perubahan signifikan dalam pengelolaan bisnis UUA dan SU, antara lain: integrasi data dalam satu sistem terpusat, penyimpanan dokumen legal secara digital dan terstruktur, serta sistem otomatis dalam pengukuran kinerja unit usaha”.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 80 attendee (participant) yang terdiri dari para Ketua dan Pengelola dari 33 Unit Usaha Akademik (UUA) Fakultas yang ada di Unpad, para Manajer & Pengelola dari 8 Satuan Usaha (SU) , serta para Operator Staf Admin Wadek II Fakultas di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dengan maksud untuk “Meningkatkan Tata Kelola dan Akuntabilitas Pengelolaan Bisnis Unpad” serta bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi digital, pencatatan pendapatan real-time Virtual Accounts (VA), dan pencatatan pelaporan keuangan secara digital bagi unit usaha Unpad dalam satu wadah terintegrasi.
Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi, Sesi UUA pada pukul 09.00–10.00 WIB serta sesi Satuan Usaha (SU) pukul 10.00–11.00 WIB dimana tim narasumber menjelaskan pengenalan, proses bisnis, alur dan simulasi singkat dari Sistem Informasi Manajemen Bisnis (SIMBIS) oleh narasumber DPB; Andy Tono, S.Kom, M.IP, serta integrasi Invoice Accounts Receivable (AR) Oracle Keuangan Unpad (khusus UUA) oleh Koordinator Layanan ERP – Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital, Abdul Hafizh Arif Mufti, S.T., M.Kom.
Narasumber DPB, Andy Tono, S.Kom, M.IP menyatakan dalam dua sesi tersebut bahwa SIMBIS ini dirancang dengan proses bisnis yang mengikuti anatomi dan urutan tahapan sesuai Peraturan Rektor Unpad No. 19 Tahun 2025 tentang Pembentukan dan Pengelolaan Unit Usaha Akademik (UUA) dan Peraturan Rektor Unpad No. 19 Tahun 2026 tentang Pembentukan dan Pengelolaan Satuan Usaha (SU), yaitu: Pembentukan Unit Usaha (UUA/SU baru), Pengelolaan dan Monitoring Evaluasi (Monev) dimana pengelola unit usaha banyak berinteraksi data pada pilar ini, serta Transformasi Unit Usaha (UUA menjadi SU, dan SU menjadi BUMU). Ketiga pilar ini memastikan siklus bisnis berjalan secara terstruktur, terdokumentasi, dan terukur. Penggunaan SIMBIS wajib diterapkan mulai pada Triwulan II Tahun 2026 oleh pengelola UUA dan SU dilingkungan Unpad. Sistem SIMBIS ini juga telah terintegrasi dengan; Virtual Account (VA) transaksi keuangan, pelaporan triwulanan dan tahunan, serta Sistem AR Oracle Keuangan Unpad.
Melalui kegiatan ini, DPB Unpad berharap implementasi SIMBIS dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem bisnis universitas yang transparan, akuntabel, dan berbasis data, sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan serta pengambilan keputusan strategis di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Untuk membangun branding yang kuat dan meningkatkan kapasitas digital Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik, Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad menggelar kegiatan workshop yang bertajuk “Branding & Social Media Strategy: Optimalisasi Website dan Media Sosial Satuan Usaha & Unit Usaha Akademik”. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mendorong implementasi branding UNPAD pada seluruh kanal digital unit usaha melalui penggunaan template resmi, menghasilkan website profil bisnis dan akun media sosial bisnis, serta memperkuat kemampuan penulisan konten dan strategi publikasi digital untuk mendukung promosi dan layanan publik unit usaha. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari 03-04 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Farmasi, lantai 2 Gd. Dekanat Fakultas Farmasi Unpad Jatinangor.
Kegiatan workshop ini diikuti oleh peserta dari Satuan Usaha; Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Rumah Sakit Unpad, Lab. Sentral, Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan Unpad, Unpad Press dan ShopUp, serta peserta dari 34 Unit Usaha Akademik di lingkungan Fakultas, diantaranya; UUA – Lab. Keperawatan Anak “Puspa Day Care”-FKep, Lab. Biomedik-FK, Lab. Jasa Uji FTIP, PAMITRAN-FK, Pusat Pelatihan & Seminar Keperawatan-FKep, Lab. Pengujian Pertanian (Lab. KTNT)-Faperta, Biro Bantuan Hukum-FH, Lab. Riset & Pengujian Bioteknologi Peternakan-Fapet, dan UUA lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H. menyampaikan bahwa “Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan branding,marketing & social media strategy melalui penguatan komunikasi digital, pengelolaan media sosial dan pengembangan website sehingga akan memperluas jangkauan layanan dan promosi SU & UUA yang akan berdampak positif pada peningkatan reputasi serta pendapatan bagi fakultas dan universitas guna mencapai kemandiran finansial Unpad yang berkelanjutan”.
Pada sesi pertama kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn – Direktur Pemasaran Unpad dengan membawakan materi “Unpad Branding: Brand Guidelines & Standar Identitas”. Direktur Pemasaran Unpad mengajak kepada seluruh pengelola SU & UUA untuk menggali lebih dalam keunikan dan keunggulan produk/jasa layanan bisnisnya, yang kemudian di-branding dengan ciri khas pembeda untuk menonjolkan keunggulan masing-masing produk, jasa dan layanan yang tidak terdapat pada kompetitornya, sehingga membentuk persepsi positif bagi pelanggan maupun calon konsumen. Dr. Nindi pun menyampaikan bahwa branding yang kuat dan melekat akan meningkatkan daya tarik, daya saing, serta reputasi positif, sehingga konsumen akan loyal untuk membeli dan berlangganan produk/jasa layanan UUA & SU di Unpad. Direktur Pemasaran Unpad menawarkan kepada pengelola UUA untuk dilakukannya mini survei & pemetaan agar ditemukan jati diri branding yang tepat sesuai ciri khas unit dan layanannya, khususnya kepada unit usaha akademik yang pendapatannya masih relatif kecil. Tawaran ini disambut antusias oleh beberapa UUA, sehingga kedepan akan direncanakan peningkatan branding oleh Tim Direktorat Pemasaran khususnya kepada unit usaha tersebut.
Untuk membuat branding bisnis yang kuat, melekat serta keinginan citra yang akan terbayang oleh calon konsumen maupun stakeholder, Dr. Nindi mencontohkan success story branding universitas yang memiliki tagline “Rooted in Culture, Driven By Impact” dengan Brand Voice: Expressive, Thoughtful, and Forward Thinking serta Brand Personality: Grounded, Culturally Fluent, Collaborative yang digambarkan dengan logo sekunder Unpad yang baru dan simple, “simplicity is the key” karena mudah diingat, mudah dipahami, jelas dan tidak rumit serta akan langsung terbayangkan dengan mudah oleh calon pelanggan.
Masih dalam sesi pertama, dilanjutkan oleh Sekretaris Direktorat Pemasaran, Yoseph Ismail Nurhasan, ST., MT. menyampaikan penerapan logo sekunder Unpad, baik yang utama, alt monogram 1 dan 2, pada media konten digital, website, webs application, media jenis cetak, plang gedung, merchandise, hingga sticker Whatsapp, penerapan warna logo sekunder pun dapat disesuaikan dengan ciri khas warna fakultas. Sesdit Direktorat Pemasaran menyampaikan bahwa logo sekunder tersebut dapat digunakan pada segala jenis kebutuhan media, kecuali pada substansi yang berdampak hukum, surat resmi universitas/fakultas dan sejenisnya harus tetap menggunakan logo utama Unpad.
Selanjutnya pada sesi-2, diisi oleh narasumber Dandi Supriadi, S.Sos., M.A. (SUT), PhD. Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad dengan tajuk “Peningkatan Kapasitas dalam Penggunaan Media Digital Komunikasi Publik”. Kepala KKP menyampaikan bahwa fungsi komunikasi publik adalah reputation management, media relations management, stakeholder engagement, csr, serta crisis management. Kepala KKP Unpad mencontohkan beberapa studi kasus yang terjadi di lingkungan Unpad maupun di institusi lainnya, bahwa dalam mengelola krisis citra negatif institusi di mata masyarakat pada media online yang langsung viral dengan cepat, walaupun citra negatif itu belum tentu kebenarannya, tim humas & komunikasi institusi tersebut harus tetap berhubungan baik dengan para wartawan dan media, jangan menghindar, lalu dengan cepat sampaikan sikap pernyataan manajemen atas citra negatif tersebut, jangan ditutup-tutupi ataupun dibiarkan menggantung, karena akan semakin menjadi viral dan akan berdampak pada reputasi institusi tersebut.
Untuk meningkatkan institutional branding melalui komunikasi publik dapat melalui komunikasi via media massa, membangun web yang efektif didukung akun media sosial serta komunikasi publik dengan konsumen. Dandi, Ph.D pun menambahkan “Sadari bahwa berkomunikasi itu bukan sekedar memberikan pesan, tetapi membuat orang mengerti/berubah perilaku sesuai yang diharapkan”. Beberapa tips yang UUA dan SU dapat lakukan diantaranya; 1) Meminimalisir perbedaan persepsi konsumen terhadap produk/jasa/layanan yang dijual, 2) Rumuskan tagline yang keren, disertai deskripsi singkat unit usahanya, 3) Rumuskan unggulan layanan yang akan disediakan atau dijual, jadikan tampilan utama di laman, 4) Bermain visual, bukan dengan banyak teks, 5) Manfaatkan medsos karena tidak ada yang sengaja buka laman.
Masih dalam sesi kedua, Natasya Chandra Silaban, S.I.Kom. selaku Pengelola Humas Direktorat Kelembagaan dan Tata Kelola (Tim Kantor Komunikasi Publik Unpad) menyampaikan beberapa tips & trick untu meningkatkan engagement melalui media sosial bagi konsumen maupun menarik calon konsumen hingga memutuskan untuk membeli produk/jasa/layanan kita diantaranya; rajin update konten yang berkualitas khususnya kanal Instagram, perluas kanal selain Instagram, yaitu Facebook karena perbedaan karakter gen-Z dan millennial, khusus bagi admin pengelola monitoring komentar dan direct message, balas komentar secara sopan & informatif, hindari debat dengan konsumen, respon cepat dengan informasi valid. Sedangkan poin penting bagi editor konten diantaranya; buat konten edukasi publik, buat konten layanan publik & tutorial, gunakan template baku instansi, pallete warna sesuai brand identity, typography konsisten, dan publikasi terjadwal.
Bandung, 21 Oktober 2025 – Untuk meningkatkan target pendapatan Universitas, serta mendiversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan bisnis baru dan peningkatan layanan komersial, Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan “Workshop Design Thinking: Perancangan Model & Ekosistem Bisnis Inovatif di Lingkungan Unit Bisnis Unpad” bagi para pengelola Unit Usaha Akademik (UUA) dan Satuan Usaha (SU) di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk menciptakan pendapatan berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian finansial Universitas sesuai dengan amanat Renstra Unpad 2025-2029 melalui penguatan kapasitas SDM pengelola unit bisnis serta penciptaan ide-ide bisnis baru yang unik yang dapat diimplementasikan segera. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 20-21 Oktober 2025, bertempat di Ruang RSG Gedung II Lt.4, Kampus Unpad jalan Dipatiukur No. 35, Bandung.
Kegiatan workshop ini diikuti oleh 46 orang peserta, yang terdiri dari 6 Unit Bisnis – Satuan Usaha: Rumah Sakit Unpad, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Laboratorium Sentral, Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan, serta Shop-Up Unpad. Sedangkan peserta perwakilan dari 32 Unit Bisnis – Unit Usaha Akademik di lingkungan Fakultas, diantaranya dari Unit Usaha Akademik – Laboratorium Keperawatan Anak “Puspa Day Care” – Fakultas Keperawatan, Unit Usaha Akademik – Laboratorium Biomedik – Fakultas Kedokteran, Unit Usaha Akademik – Laboratorium Riset Translasional Farmasi – Fakultas Farmasi, Unit Usaha Akademik – Pusat Pelatihan Keahlian Perikanan dan Kelautan – FPIK, Unit Usaha Akademik – Vokasi Corner – Sekolah Vokasi, UUA-Biro Bantuan Hukum, UUA- Bale Tatanen, dan UUA-Pusat Bahasa.
Saat pembukaan acara workshop, Direktur Pengelolaan Bisnis melalui Sekretaris DPB Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. menyampaikan bahwa “Kegiatan workshop ini merupakan langkah nyata Universitas dalam memperkuat kapasitas, kreatifitas, dan kolaborasi para pengelola Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik agar setiap unit bisnis nya mampu mengembangkan model bisnis yang inovatif berbasis kebutuhan pelanggan dan selaras dengan visi Unpad untuk mendorong inovasi global dan menghasilkan dampak nyata pada masyarakat. Melalui pendekatan design thinking kita akan belajar menggali empati terhadap pengguna layanan / pelanggan, mendefinisikan masalah dengan lebih tajam, serta menemukan solusi yang lebih kreatif dan aplikatif bagi pengembangan layanan usaha di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kami berharap melalui kegiatan workshop ini tidak hanya menghasilkan ide-ide bisnis baru tetapi juga membangun semangat sinergi antar unit bisnis untuk menciptakan ekosistem bisnis Unpad yang unggul, inklusif dan berkelanjutan.”
Pada hari pertama kegiatan Workshop Desain Thinking ini menghadirkan Narasumber; Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP, MT, IPU, ASEAN Eng, dia adalah seorang Master Trainer Certified BNSP, pendiri Design Thinking Academy, serta sebagai seorang akademisi dari FTIP Unpad dengan membawakan materi “Unpad Business Roadmapping: Design Thinking for Academic Business Innovation Ecosystems.” Materi workshop yang diajarkan antara lain; “Menyadari Perubahan, Toward Ecosystems: Strategi Adaptif di Era VUCA & BANI”, “Mengubah Cara Pikir dan Bertindak”, “Membangun Struktur dan Tata Kelola Bisnis Kolaboratif”, dan “Merancang Ekosistem Bisnis”. Pada hari pertama saat sesi terakhir, diajarkan juga penggunaan prompt engineering advanced techniques untuk penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam; a) Menentukan kembali arah, visi dan nilai inti unit bisnis, b) Memetakan kekuatan dan kelemahan unit bisnisnya, c) Merumuskan definisi keberhasilan & model bisnis, d) Menyusun strategi & inisiatif teknis yang terukur, e) Mendisiplinkan eksekusi, serta f) Membuat peta jalan & pengukuran keberhasilan.
Kegiatan workshop ini dikemas secara interaktif, partisipatif, dan berbasis pengalaman (experiential learning) dengan pendekatan mini lecture, workshop simulation, group discussion & reflection, serta prototyping & testing session menggunakan berbagai macam alat peraga, seperti Kertas Kerja Business Model Canvas, alat peraga tulis kantor post-it yang berwarna-warni yang menghiasi papan tulis flipchart dan kertas kerja tiap kelompok, dengan diskusi dan konsultasi yang dipandu oleh trainer dan fasilitator dari tim pemateri. Para peserta workshop bekerja dan bersimulasi dalam setiap kelompok dengan peserta dari berbagai lintas unit bisnis yang berbeda bidang dan jenis usahanya untuk saling mengenal agar dapat berkolaborasi dan menumbuhkan sinergitas semangat berbisinis yang sama.
Selanjutnya, pada hari kedua sesi-1 kegiatan Workshop Desain Thinking ini menghadirkan Narasumber Alumni FIKOM Unpad, Muhammad Hanif ‘Izzatulloh, S.I.Kom, ICPDTT., ICPDTE,. CFFT,. C.CTr peraih Design Thinking International Certification Program, Professional Trainer – Lewrick & Company yang tergabung dalam The Local Enabler, dengan membawakan materi “Design Thinking – Crafting User Centricity Business”, diantaranya memberikan pemahaman kepada peserta untuk mempelajari; a) Penerapan Design Thinking di Berbagai Industri, b) Tahapan Proses Design Thinking, c) Interview & Emphatizing Konsumen, d) Memetakan Persona Konsumen , e) Memetakan Perjalanan Konsumen, f) Mendefinisikan Job To Be Done (JTBD) Konsumen, g) Merancang Ide Inovasi Yang Dibutuhkan Konsumen, h) Prototype: Visualisasi Ide Final Kelompok Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik.
Selanjutnya pada hari kedua sesi-2, diisi oleh narasumber, Gilang Fachreza SE., Ak., MBA., CA dia adalah seorang akuntan alumni FEB Unpad yang tergabung dalam Design Thinking Academy dengan membawakan materi “Merancang Revenue Stream yang Berkelanjutan”. Pemateri mencoba menggali kenapa produk/jasa Unit Bisnis di Unpad kurang laku serta kurang cepat majunya sehingga target pendapatan dari Universitas tidak terpenuhi, serta berusaha memetakan tipe-tipe Revenue Stream yang terjadi pada unit bisnis Unpad, agar tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja, sehingga menginspirasi unit bisnis untuk membuka varian produk/jasa/layanan baru. Dia mencontohkan dalam Business Model Canvas dari UUA Pusat Bahasa -Fakultas Ilmu Budaya agar ada varian produk yang tidak dimiliki oleh Lembaga Bahasa lainnya, contoh; upayakan varian produk yang dapat mengeluarkan hasil Test TOEFL lebih cepat walaupun dengan harga lebih tinggi, karena ini pasti laku. Pemateri menyarankan agar setiap UUA dan SU sudah memiliki official website dan/atau social media minimal Instagram agar dapat lebih menjangkau calon pelanggan yang lebih luas lagi. Pada sesi materi ini peserta pengelola UUA dan SU diajak untuk memahami dan mempelajari; cara membuat variasi layanan untuk mengisi matriks tipe revenue stream, matrix margin vs volume, matrix internal vs external market, dan variasi layanan short-term vs long-term.
Kegiatan workshop ini memberikan ruang diskusi interaktif antara peserta dengan pemateri untuk membahas berbagai studi kasus yang terjadi dalam pengelolaan UUA dan SU. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong tata kelola unit bisnis yang profesional dan inovatif berbasis kebutuhan pelanggan serta dapat mengantisipasi kebutuhan pasar yang semakin cepat dan beragam. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola unit bisnis dengan pendekatan design thinking ini sangat penting untuk mendukung kinerja unit usaha, bukan hanya karena tiap tahun telah ditarget dalam IKK unit bisnisnya, tetapi dapat memberikan nilai dan makna yang unik bagi pelanggan/konsumen pengguna layanan bisnis di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Pada sesi penutupan acara hari pertama, Direktur DPB melalui Sekretaris DPB Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. memberikan apresiasi penghargaan kepada peserta terpilih yang sangat aktif berinteraksi bertanya dan menjawab secara antusias kepada pemateri serta berinteraksi dalam memberikan penjelasan contoh-contoh studi kasus beserta success story sehingga menginspirasi bagi pengelola UUA-SU lainnya yang hadir, penghargaan tersebut diberikan kepada; Ibu Chandra Isabella S.Kp., M.Kep dari Unit Usaha Akademik – Pusat Pelatihan dan Seminar Keperawatan – Fakultas Keperawatan, Ibu Yola Rahmawati, S.Tr.Kes dari Satuan Usaha Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Bapak Andri Yanto, S.Sos., M.I.Kom dari Unit Layanan Unpad Press – Direktorat Pendidikan Non Gelar, Ibu Ida Maryati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Ph.D dari Unit Usaha Akademik – Laboratorium Keperawatan Anak “Puspa Day Care” – Fakultas Keperawatan, serta Ibu Dr. Yanti Rubiyanti, M.Psi., Psikolog dari Unit Usaha Akademik – Studio Pembelajaran Psikologi Berkelanjutan – Fakultas Psikologi. Apresiasi pemberian merchandise yang disponsori oleh Satuan Usaha Shop-Up Unpad inipun diberikan kepada partisipan terpilih yang yang aktif berinteraksi, bertanya dan menanggapi pemateri, serta berbagi kisah studi kasus serta aksi penanganan peningkatan layanan di unit bisnisnya pada hari kedua workshop, yaitu diberikan kepada: Ibu Novita Nur Wulan, S.P dari UUA Laboratorium Pengujian Pertanian, Bapak Yus Yoseph dari UUA Puspa Day Care, Bapak Bintang Purwaramdhona dari UUA Pusat Bahasa.
DPB melalui kegiatan workshop ini berharap agar para SDM pengelola unit bisnis yang telah dibekali pemahaman dan wawasan bisnis melalui pendekatan design thinking ini dapat lebih meningkatkan lagi produk/layanan jasa yang berempati pada kebutuhan pelanggan, menghasilkan dokumen problem statement serta proses iteratif dalam menemukan solusi kreatif, prototype ide bisnis atau layanan inovatif, serta rencana tindak lanjut untuk penerapan ide pada unit usaha masing-masing yang tentunya kelak akan meningkatkan target pendapatan Universitas.
Bandung, 04 Agustus 2025 – Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan keuangan melalui Pelatihan Perpajakan dan Workshop Laporan Keuangan Lanjutan II, yang ditujukan bagi para pengelola Unit Usaha Akademik (UUA) dan Satuan Usaha (SU) di lingkungan Unpad.
Acara ini dilaksanakan pada Senin, 04 Agustus 2025, bertempat di Ruang Aula Lantai 4 Gedung Magister Manajemen Unpad, Jalan Dipatiukur No. 46, Bandung. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis dan aplikatif dalam hal pelaporan keuangan dan kepatuhan perpajakan sesuai dengan regulasi terkini.
Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Bisnis – Dr. Helitha Novianty Muchtar, SH., MH. menyampaikan bahwa “Pepajakan ini selalu menjadi issue, ketika Unit Usaha Akademik dan Satuan Usaha menjalankan kegiatan usahanya, oleh karenanya diperlukan pemahaman dan kepatuhan dalam menyertakan pemotongan maupun pemungutan PPn dan PPh yang terkait saja disetiap Pelaporan Keuangan Bapak/Ibu, oleh karenanya kami mengadirkan Narasumber dari Pakar Pajak Transaksional dari UUA Tax Center Unpad, Bapak Agus Puji Priyono, S.AP, M.AP serta Bapak Adi Wicaksono, S.AP. dari Direktorat Keuangan dan Tresuri Unpad yaitu materi khusus perpajakan yang dilaporkan ke DKT Unpad.”
Selanjutnya Direktur DPB menyampaikan bahwa “Workshop Pelatihan Keuangan Lanjutan II ini, diperlukan dalam menyiapkan keseragaman format penyusunan Laporan Keuangan, khususnya Laporan Keuangan Triwulan II serta adaptasi terhadap Sistem Pelaporan Keuangan Oracle Fusion terbaru dari Direktorat Keuangan & Tresuri dan DPSI-TD. Untuk pelaporan keuangan, DKT dan DPB di Ke-WR2-an menyepakati untuk Triwulan III dan IV, pendapatan yang dihitung adalah yang masuk ke Rekening Unpad melalui Virtual Account masing-masing UUA dan SU. Sedangkan Pelaporan Keuangan yang disusun melalui Standar Akuntansi yang akan diajarkan pada workhop ini harus dipatuhi agar format nya seragam, sehingga kami (DPB dan DKT) dapat mengukur disparitas dari pelaporan keuangan dari Sistem Oracle Unpad dan Pelaporan Manual yang Bapak/Ibu susun. Pada tahun 2026 nanti semua pelaporan keuangan dan pendapatan sudah tidak ada yang semi manual lagi, semua akan menggunakan Sistem Oracle Unpad yang akan diambil dari Virtual Account (VA) masing-masing UUA dan SU.
Pelaporan Pendapatan dan Keuangan, serta kepatuhan perpajakan ini sangat penting, karena secara berkala selalu diminta oleh Pimpinan Unpad (Bapak Rektor) untuk mengukur kinerja Bapak/Ibu dalam mengelola Unit Usaha Akademik dan Satuan Usaha di Lingkungan Unpad. Saya mengucapkan selamat mengikuti acara ini, semoga lebih aplikatif lagi dan dapat segera di implemantasikan dalam penyusunan laporan keuangan, serta jangan lupa kami menunggu laporan keuangan bapak/ibu untuk yang Triwulan II”.
Narasumber pelatihan perjakan yaitu; Bapak Agus Puji Priyono, S.E, M.AP dari UUA Tax Center – FEB Unpad dengan materi “Manajemen Pajak Satuan dan Unit Usaha PTNBH (Mapping Pajak, Belanja SDM, Belanja Barang & Jasa, Pendapatan Barang & Jasa, Dokumen Pajak) ”, selanjutnya Bapak Adi Wicaksono, S.AP dari Direktorat Keuangan dan Tresuri Unpad dengan materi “Pengelolaan Pajak di di lingkungan Unpad (PPh 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh26, PPn, Invoice, SPT). Sedangkan narasumber Workshop Pelaporan Keungan Lanjutan II oleh Ibu Ersa Tri Wahyuni, M.Acc., Ph.D., CA, CPMA, CPSAK dari Pusat Studi Akuntansi FEB Unpad. Ibu membawakan materi “Akuntansi Basis Akrual: Waktu dan JurnalPengakuan Pendapatan & Beban, Manfaat Akrual Basis”. Workshop ini dibantu oleh 8 orang fasilitator yang mendampingi tiap meja yang terdiri dari gabungan beberapa UUA/SU untuk memastikan bahwa Laporan Keuangan yang disusun UUA/SU telah sesuai Format dan Standar yang ditetapkan oleh Unpad.
Acara ini dihadiri oleh 74 Peserta dari 34 Unit Usaha Akademik dan 6 Satuan Usaha yang ada di Unpad, diantaranya pengelola/perwakilan SU-RS Unpad, SU-RSGM, SU-Klinik Kesehatan, SU-RSH, SU-Lab. Sentral, SU_ShopUp, UUA-Biro Bantuan Hukum, UUA- Lab, Jasa Uji FTIP, Pamitran, UUA-Lab. Keperawatan Anak “Puspa Day Care”, UUA- Bale Tatanen, UUA- Innochem Labs, UUA-Lab. Kebumian, UUA-Pusat Bahasa, dsb.
Pelatihan dan Workshop ini memberikan ruang diskusi interaktif antara peserta dan pemateri untuk membahas berbagai studi kasus yang relevan dengan pengelolaan UUA dan SU. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong tata kelola unit usaha yang profesional, transparan, dan akuntabel. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal pengelolaan pajak dan laporan keuangan sangat penting untuk mendukung kinerja usaha yang sehat dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Padjadjaran.
DPB Unpad berharap melalui pelatihan ini, seluruh pengelola unit usaha dapat lebih memahami aspek-aspek strategis dalam pelaporan keuangan dan perpajakan, sehingga dapat berkontribusi secara optimal terhadap penguatan ekosistem bisnis universitas yang sehat dan berdaya saing.
Dalam rangka meningkatkan IKK, potensi kerjasama IKK UUA dan SU beserta peluang Peningkatan Pendapatan, Direktorat Kerjasama & Kemitraan Alumni beserta Direktorat Pengelolaan Bisnis menfasilitasi Penjajakan Kerjasama UUA dan SU, diantaranya:
1. Klinik Kesehatan 2. RSGM 3. RS Unpad 4. Laboratorium Sentral 5. RSH Unpad 6. Innochem Labs 7. Ekolab Material 8. Laboratorium Riset Translasional Farmasi 9. Laboratorium Biomedik 10. Laboratorium Terpadu Kedokteran Gigi 11. MIPA Centre of Excellent for Science and Technology (MELESAT) 12. Laboratorium Riset dan Pengujian Bioteknologi Peternakan 13. Laboratorium Genomic 14. Laboratorium Sains
dengan Mitra-Mitra Bidang Kesehatan, Farmasi, dan Laboratorium, yaitu:
Etana Biotechnologies Indonesia, Industri biofarmasi
PT Anvita Pharma Indonesia, Industri farmasi berbasis riset dan produksi Bahan Farmasi Aktif
Diastika Biotekindo, Perusahaan distribusi alat kesehatan dan laboratorium
PT UBC Medical Indonesia, Perusahaan distributor alat kesehatan diagnostik berbasis teknologi molekuler di Indonesia.
PT Esora Medika Indonesia, Produsen kit PCR dan reagen di Indonesia
PT Increase Laboratorium Indonesia, Perusahaan CRO Indonesia
acara tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 10 Juli 2025, pukul 10.00 – 12.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Livin Lantai 2, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran – Jatinangor.
Universitas Padjadjaran meluncurkan Mahat Masagi Unpad (MMU) Holding Company, sebuah Badan Usaha Milik Unpad (BUMU) yang didirikan bukan sekadar bertujuan bisnis, namun juga motor dampak Unpad dan mendukung untuk pengembangan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat serta kesejahteraan sivitas akademika.
“Hari ini tanggal 20 Mei, dahulu para founding father negara kita menyuarakan kebangkitan bangsa negara kita. Hari ini kita di Unpad juga menyuarakan adanya MMU sebagai holding dan kita berdoa semoga langkah strategis ini mengantarkan kita menuju masa depan Unpad yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat.
MMU Holding meneguhkan fondasi, mewujudkan kemandirian Unpad,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, saat peluncuran MMU Holding Company di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa 20 Mei 2025.
Hadir pula dalam momen peluncuran tersebut Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Rektor ke-10 Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, Direktur Utama PT MMU, Dr. Arief Bustaman, sejumlah anggota MWA Unpad, Direktur Unpad, dan pimpinan Badan Usaha Unpad.
“Kita tidak sedang bicara tentang bagaimana ‘menjual’ universitas, kita tidak sedang bicara tentang komersialisasi perguruan tinggi. Kita bicara bagaimana kita dapat membantu pemerintah dengan tangan kita sendiri, bagaimana agar pendidikan yang berkualitas dapat kita jalankan dengan upaya kita sendiri,” ujar Rektor.
Sementara Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., dalam sambutannya memaparkan strategi transformasi BUMU mulai sebagai operational holding hingga berubah menjadi strategic holding dalam jangka waktu satu tahun. “Tahapan pertama adalah operational holding, dengan mentrasnformasi PT MMU menjadi holding lalu Menyusun tata Kelola pengelolaan bisnis holding. Dalam waktu satu tahun, harus bergeser menjadi strategic holding,” jelas Dr. Arief Yahya, yang juga pernah menjadi Menteri Pariwisata dan Dirut PT Telkom Indonesia.
Arief Yahya mengingatkan, MMU Holding harus mengambil sumber modal dari pendapatan asli Unpad, bukan dari APBN atau APBD sehingga holding company tersebut 100 persen milik Unpad. Lebih lanjut Arief Yahya mengatakan, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah pendanaan dapat berasal dari sumber lain misalnya pinjaman bank, SDM yang direkrut harus professional dan kompeten di bidangnya, remunerasi yang diberikan sesuai pasar dan kompetitif, corporate charter yang spesifik dan efisien sehingga mendukung percepatan peningkatan bisnis grup, serta Dana Abadi Unpad dikelola oleh holding BUMU.
Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad yang juga Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, dalam sambutan videonya mengatakan, peluncuran MMU Holding ini bukan hanya institusi bisnis melainkan sebuah keberanian universitas untuk berdiri di garis depan inovasi, menciptakan nilai tambah dari riset, serta menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta indsutri. “Saya percaya dengan semangat kewirausahaan akademik, BUMU akan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pengetahuan. Semoga MMU Holding dapat menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ferry Juliantono.*
sumber:
https://www.unpad.ac.id/2025/05/unpad-luncurkan-mmu-holding-company-untuk-mewujudkan-kemandirian-unpad/ apabila mengutip konten berita ini.