Bandung, 21 Oktober 2025 – Untuk meningkatkan target pendapatan Universitas, serta mendiversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan bisnis baru dan peningkatan layanan komersial, Direktorat Pengelolaan Bisnis (DPB) Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan “Workshop Design Thinking: Perancangan Model & Ekosistem Bisnis Inovatif di Lingkungan Unit Bisnis Unpad” bagi para pengelola Unit Usaha Akademik (UUA) dan Satuan Usaha (SU) di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk menciptakan pendapatan berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian finansial Universitas sesuai dengan amanat Renstra Unpad 2025-2029 melalui penguatan kapasitas SDM pengelola unit bisnis serta penciptaan ide-ide bisnis baru yang unik yang dapat diimplementasikan segera. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 20-21 Oktober 2025, bertempat di Ruang RSG Gedung II Lt.4, Kampus Unpad jalan Dipatiukur No. 35, Bandung.


Kegiatan workshop ini diikuti oleh 46 orang peserta, yang terdiri dari 6 Unit Bisnis – Satuan Usaha: Rumah Sakit Unpad, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Laboratorium Sentral, Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan, serta Shop-Up Unpad. Sedangkan peserta perwakilan dari 32 Unit Bisnis – Unit Usaha Akademik di lingkungan Fakultas, diantaranya dari Unit Usaha Akademik – Laboratorium Keperawatan Anak “Puspa Day Care” – Fakultas Keperawatan, Unit Usaha Akademik – Laboratorium Biomedik – Fakultas Kedokteran, Unit Usaha Akademik – Laboratorium Riset Translasional Farmasi – Fakultas Farmasi, Unit Usaha Akademik – Pusat Pelatihan Keahlian Perikanan dan Kelautan – FPIK, Unit Usaha Akademik – Vokasi Corner – Sekolah Vokasi, UUA-Biro Bantuan Hukum, UUA- Bale Tatanen, dan UUA-Pusat Bahasa.
Saat pembukaan acara workshop, Direktur Pengelolaan Bisnis melalui Sekretaris DPB Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. menyampaikan bahwa “Kegiatan workshop ini merupakan langkah nyata Universitas dalam memperkuat kapasitas, kreatifitas, dan kolaborasi para pengelola Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik agar setiap unit bisnis nya mampu mengembangkan model bisnis yang inovatif berbasis kebutuhan pelanggan dan selaras dengan visi Unpad untuk mendorong inovasi global dan menghasilkan dampak nyata pada masyarakat. Melalui pendekatan design thinking kita akan belajar menggali empati terhadap pengguna layanan / pelanggan, mendefinisikan masalah dengan lebih tajam, serta menemukan solusi yang lebih kreatif dan aplikatif bagi pengembangan layanan usaha di lingkungan Universitas Padjadjaran. Kami berharap melalui kegiatan workshop ini tidak hanya menghasilkan ide-ide bisnis baru tetapi juga membangun semangat sinergi antar unit bisnis untuk menciptakan ekosistem bisnis Unpad yang unggul, inklusif dan berkelanjutan.”
Pada hari pertama kegiatan Workshop Desain Thinking ini menghadirkan Narasumber; Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP, MT, IPU, ASEAN Eng, dia adalah seorang Master Trainer Certified BNSP, pendiri Design Thinking Academy, serta sebagai seorang akademisi dari FTIP Unpad dengan membawakan materi “Unpad Business Roadmapping: Design Thinking for Academic Business Innovation Ecosystems.” Materi workshop yang diajarkan antara lain; “Menyadari Perubahan, Toward Ecosystems: Strategi Adaptif di Era VUCA & BANI”, “Mengubah Cara Pikir dan Bertindak”, “Membangun Struktur dan Tata Kelola Bisnis Kolaboratif”, dan “Merancang Ekosistem Bisnis”. Pada hari pertama saat sesi terakhir, diajarkan juga penggunaan prompt engineering advanced techniques untuk penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam; a) Menentukan kembali arah, visi dan nilai inti unit bisnis, b) Memetakan kekuatan dan kelemahan unit bisnisnya, c) Merumuskan definisi keberhasilan & model bisnis, d) Menyusun strategi & inisiatif teknis yang terukur, e) Mendisiplinkan eksekusi, serta f) Membuat peta jalan & pengukuran keberhasilan.






Kegiatan workshop ini dikemas secara interaktif, partisipatif, dan berbasis pengalaman (experiential learning) dengan pendekatan mini lecture, workshop simulation, group discussion & reflection, serta prototyping & testing session menggunakan berbagai macam alat peraga, seperti Kertas Kerja Business Model Canvas, alat peraga tulis kantor post-it yang berwarna-warni yang menghiasi papan tulis flipchart dan kertas kerja tiap kelompok, dengan diskusi dan konsultasi yang dipandu oleh trainer dan fasilitator dari tim pemateri. Para peserta workshop bekerja dan bersimulasi dalam setiap kelompok dengan peserta dari berbagai lintas unit bisnis yang berbeda bidang dan jenis usahanya untuk saling mengenal agar dapat berkolaborasi dan menumbuhkan sinergitas semangat berbisinis yang sama.
Selanjutnya, pada hari kedua sesi-1 kegiatan Workshop Desain Thinking ini menghadirkan Narasumber Alumni FIKOM Unpad, Muhammad Hanif ‘Izzatulloh, S.I.Kom, ICPDTT., ICPDTE,. CFFT,. C.CTr peraih Design Thinking International Certification Program, Professional Trainer – Lewrick & Company yang tergabung dalam The Local Enabler, dengan membawakan materi “Design Thinking – Crafting User Centricity Business”, diantaranya memberikan pemahaman kepada peserta untuk mempelajari; a) Penerapan Design Thinking di Berbagai Industri, b) Tahapan Proses Design Thinking, c) Interview & Emphatizing Konsumen, d) Memetakan Persona Konsumen , e) Memetakan Perjalanan Konsumen, f) Mendefinisikan Job To Be Done (JTBD) Konsumen, g) Merancang Ide Inovasi Yang Dibutuhkan Konsumen, h) Prototype: Visualisasi Ide Final Kelompok Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik.
Selanjutnya pada hari kedua sesi-2, diisi oleh narasumber, Gilang Fachreza SE., Ak., MBA., CA dia adalah seorang akuntan alumni FEB Unpad yang tergabung dalam Design Thinking Academy dengan membawakan materi “Merancang Revenue Stream yang Berkelanjutan”. Pemateri mencoba menggali kenapa produk/jasa Unit Bisnis di Unpad kurang laku serta kurang cepat majunya sehingga target pendapatan dari Universitas tidak terpenuhi, serta berusaha memetakan tipe-tipe Revenue Stream yang terjadi pada unit bisnis Unpad, agar tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja, sehingga menginspirasi unit bisnis untuk membuka varian produk/jasa/layanan baru. Dia mencontohkan dalam Business Model Canvas dari UUA Pusat Bahasa -Fakultas Ilmu Budaya agar ada varian produk yang tidak dimiliki oleh Lembaga Bahasa lainnya, contoh; upayakan varian produk yang dapat mengeluarkan hasil Test TOEFL lebih cepat walaupun dengan harga lebih tinggi, karena ini pasti laku. Pemateri menyarankan agar setiap UUA dan SU sudah memiliki official website dan/atau social media minimal Instagram agar dapat lebih menjangkau calon pelanggan yang lebih luas lagi. Pada sesi materi ini peserta pengelola UUA dan SU diajak untuk memahami dan mempelajari; cara membuat variasi layanan untuk mengisi matriks tipe revenue stream, matrix margin vs volume, matrix internal vs external market, dan variasi layanan short-term vs long-term.






Kegiatan workshop ini memberikan ruang diskusi interaktif antara peserta dengan pemateri untuk membahas berbagai studi kasus yang terjadi dalam pengelolaan UUA dan SU. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong tata kelola unit bisnis yang profesional dan inovatif berbasis kebutuhan pelanggan serta dapat mengantisipasi kebutuhan pasar yang semakin cepat dan beragam. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola unit bisnis dengan pendekatan design thinking ini sangat penting untuk mendukung kinerja unit usaha, bukan hanya karena tiap tahun telah ditarget dalam IKK unit bisnisnya, tetapi dapat memberikan nilai dan makna yang unik bagi pelanggan/konsumen pengguna layanan bisnis di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Pada sesi penutupan acara hari pertama, Direktur DPB melalui Sekretaris DPB Muhamad Jamil Malik, S.Kom., M.M. memberikan apresiasi penghargaan kepada peserta terpilih yang sangat aktif berinteraksi bertanya dan menjawab secara antusias kepada pemateri serta berinteraksi dalam memberikan penjelasan contoh-contoh studi kasus beserta success story sehingga menginspirasi bagi pengelola UUA-SU lainnya yang hadir, penghargaan tersebut diberikan kepada; Ibu Chandra Isabella S.Kp., M.Kep dari Unit Usaha Akademik – Pusat Pelatihan dan Seminar Keperawatan – Fakultas Keperawatan, Ibu Yola Rahmawati, S.Tr.Kes dari Satuan Usaha Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Bapak Andri Yanto, S.Sos., M.I.Kom dari Unit Layanan Unpad Press – Direktorat Pendidikan Non Gelar, Ibu Ida Maryati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Ph.D dari Unit Usaha Akademik – Laboratorium Keperawatan Anak “Puspa Day Care” – Fakultas Keperawatan, serta Ibu Dr. Yanti Rubiyanti, M.Psi., Psikolog dari Unit Usaha Akademik – Studio Pembelajaran Psikologi Berkelanjutan – Fakultas Psikologi. Apresiasi pemberian merchandise yang disponsori oleh Satuan Usaha Shop-Up Unpad inipun diberikan kepada partisipan terpilih yang yang aktif berinteraksi, bertanya dan menanggapi pemateri, serta berbagi kisah studi kasus serta aksi penanganan peningkatan layanan di unit bisnisnya pada hari kedua workshop, yaitu diberikan kepada: Ibu Novita Nur Wulan, S.P dari UUA Laboratorium Pengujian Pertanian, Bapak Yus Yoseph dari UUA Puspa Day Care, Bapak Bintang Purwaramdhona dari UUA Pusat Bahasa.
DPB melalui kegiatan workshop ini berharap agar para SDM pengelola unit bisnis yang telah dibekali pemahaman dan wawasan bisnis melalui pendekatan design thinking ini dapat lebih meningkatkan lagi produk/layanan jasa yang berempati pada kebutuhan pelanggan, menghasilkan dokumen problem statement serta proses iteratif dalam menemukan solusi kreatif, prototype ide bisnis atau layanan inovatif, serta rencana tindak lanjut untuk penerapan ide pada unit usaha masing-masing yang tentunya kelak akan meningkatkan target pendapatan Universitas.














