Jatinangor, 03 Desember 2025 .
Untuk membangun branding yang kuat dan meningkatkan kapasitas digital Satuan Usaha dan Unit Usaha Akademik, Direktorat Pengelolaan Bisnis Unpad menggelar kegiatan workshop yang bertajuk “Branding & Social Media Strategy: Optimalisasi Website dan Media Sosial Satuan Usaha & Unit Usaha Akademik”. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mendorong implementasi branding UNPAD pada seluruh kanal digital unit usaha melalui penggunaan template resmi, menghasilkan website profil bisnis dan akun media sosial bisnis, serta memperkuat kemampuan penulisan konten dan strategi publikasi digital untuk mendukung promosi dan layanan publik unit usaha. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari 03-04 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Farmasi, lantai 2 Gd. Dekanat Fakultas Farmasi Unpad Jatinangor.
Kegiatan workshop ini diikuti oleh peserta dari Satuan Usaha; Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Rumah Sakit Unpad, Lab. Sentral, Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Hewan Unpad, Unpad Press dan ShopUp, serta peserta dari 34 Unit Usaha Akademik di lingkungan Fakultas, diantaranya; UUA – Lab. Keperawatan Anak “Puspa Day Care”-FKep, Lab. Biomedik-FK, Lab. Jasa Uji FTIP, PAMITRAN-FK, Pusat Pelatihan & Seminar Keperawatan-FKep, Lab. Pengujian Pertanian (Lab. KTNT)-Faperta, Biro Bantuan Hukum-FH, Lab. Riset & Pengujian Bioteknologi Peternakan-Fapet, dan UUA lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad Dr. Helitha Novianty Muchtar, S.H., M.H. menyampaikan bahwa “Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan branding, marketing & social media strategy melalui penguatan komunikasi digital, pengelolaan media sosial dan pengembangan website sehingga akan memperluas jangkauan layanan dan promosi SU & UUA yang akan berdampak positif pada peningkatan reputasi serta pendapatan bagi fakultas dan universitas guna mencapai kemandiran finansial Unpad yang berkelanjutan”.
Pada sesi pertama kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn – Direktur Pemasaran Unpad dengan membawakan materi “Unpad Branding: Brand Guidelines & Standar Identitas”. Direktur Pemasaran Unpad mengajak kepada seluruh pengelola SU & UUA untuk menggali lebih dalam keunikan dan keunggulan produk/jasa layanan bisnisnya, yang kemudian di-branding dengan ciri khas pembeda untuk menonjolkan keunggulan masing-masing produk, jasa dan layanan yang tidak terdapat pada kompetitornya, sehingga membentuk persepsi positif bagi pelanggan maupun calon konsumen. Dr. Nindi pun menyampaikan bahwa branding yang kuat dan melekat akan meningkatkan daya tarik, daya saing, serta reputasi positif, sehingga konsumen akan loyal untuk membeli dan berlangganan produk/jasa layanan UUA & SU di Unpad. Direktur Pemasaran Unpad menawarkan kepada pengelola UUA untuk dilakukannya mini survei & pemetaan agar ditemukan jati diri branding yang tepat sesuai ciri khas unit dan layanannya, khususnya kepada unit usaha akademik yang pendapatannya masih relatif kecil. Tawaran ini disambut antusias oleh beberapa UUA, sehingga kedepan akan direncanakan peningkatan branding oleh Tim Direktorat Pemasaran khususnya kepada unit usaha tersebut.
Untuk membuat branding bisnis yang kuat, melekat serta keinginan citra yang akan terbayang oleh calon konsumen maupun stakeholder, Dr. Nindi mencontohkan success story branding universitas yang memiliki tagline “Rooted in Culture, Driven By Impact” dengan Brand Voice: Expressive, Thoughtful, and Forward Thinking serta Brand Personality: Grounded, Culturally Fluent, Collaborative yang digambarkan dengan logo sekunder Unpad yang baru dan simple, “simplicity is the key” karena mudah diingat, mudah dipahami, jelas dan tidak rumit serta akan langsung terbayangkan dengan mudah oleh calon pelanggan.
Masih dalam sesi pertama, dilanjutkan oleh Sekretaris Direktorat Pemasaran, Yoseph Ismail Nurhasan, ST., MT. menyampaikan penerapan logo sekunder Unpad, baik yang utama, alt monogram 1 dan 2, pada media konten digital, website, webs application, media jenis cetak, plang gedung, merchandise, hingga sticker Whatsapp, penerapan warna logo sekunder pun dapat disesuaikan dengan ciri khas warna fakultas. Sesdit Direktorat Pemasaran menyampaikan bahwa logo sekunder tersebut dapat digunakan pada segala jenis kebutuhan media, kecuali pada substansi yang berdampak hukum, surat resmi universitas/fakultas dan sejenisnya harus tetap menggunakan logo utama Unpad.
Selanjutnya pada sesi-2, diisi oleh narasumber Dandi Supriadi, S.Sos., M.A. (SUT), PhD. Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad dengan tajuk “Peningkatan Kapasitas dalam Penggunaan Media Digital Komunikasi Publik”. Kepala KKP menyampaikan bahwa fungsi komunikasi publik adalah reputation management, media relations management, stakeholder engagement, csr, serta crisis management. Kepala KKP Unpad mencontohkan beberapa studi kasus yang terjadi di lingkungan Unpad maupun di institusi lainnya, bahwa dalam mengelola krisis citra negatif institusi di mata masyarakat pada media online yang langsung viral dengan cepat, walaupun citra negatif itu belum tentu kebenarannya, tim humas & komunikasi institusi tersebut harus tetap berhubungan baik dengan para wartawan dan media, jangan menghindar, lalu dengan cepat sampaikan sikap pernyataan manajemen atas citra negatif tersebut, jangan ditutup-tutupi ataupun dibiarkan menggantung, karena akan semakin menjadi viral dan akan berdampak pada reputasi institusi tersebut.
Untuk meningkatkan institutional branding melalui komunikasi publik dapat melalui komunikasi via media massa, membangun web yang efektif didukung akun media sosial serta komunikasi publik dengan konsumen. Dandi, Ph.D pun menambahkan “Sadari bahwa berkomunikasi itu bukan sekedar memberikan pesan, tetapi membuat orang mengerti/berubah perilaku sesuai yang diharapkan”. Beberapa tips yang UUA dan SU dapat lakukan diantaranya; 1) Meminimalisir perbedaan persepsi konsumen terhadap produk/jasa/layanan yang dijual, 2) Rumuskan tagline yang keren, disertai deskripsi singkat unit usahanya, 3) Rumuskan unggulan layanan yang akan disediakan atau dijual, jadikan tampilan utama di laman, 4) Bermain visual, bukan dengan banyak teks, 5) Manfaatkan medsos karena tidak ada yang sengaja buka laman.
Masih dalam sesi kedua, Natasya Chandra Silaban, S.I.Kom. selaku Pengelola Humas Direktorat Kelembagaan dan Tata Kelola (Tim Kantor Komunikasi Publik Unpad) menyampaikan beberapa tips & trick untu meningkatkan engagement melalui media sosial bagi konsumen maupun menarik calon konsumen hingga memutuskan untuk membeli produk/jasa/layanan kita diantaranya; rajin update konten yang berkualitas khususnya kanal Instagram, perluas kanal selain Instagram, yaitu Facebook karena perbedaan karakter gen-Z dan millennial, khusus bagi admin pengelola monitoring komentar dan direct message, balas komentar secara sopan & informatif, hindari debat dengan konsumen, respon cepat dengan informasi valid. Sedangkan poin penting bagi editor konten diantaranya; buat konten edukasi publik, buat konten layanan publik & tutorial, gunakan template baku instansi, pallete warna sesuai brand identity, typography konsisten, dan publikasi terjadwal.
Foto Kegiatan Hari ke-1 (Branding & Social Media)
Foto Kegiatan Hari ke-2 Teknis Pengelolaan Website Unit Usaha




































