
Detail KBLI 2025
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran

DETAIL KBLI
KBLI 202551203
KBLI 202051204
Transportasi Antariksa untuk Barang
Kode & Judul KBLI 2025
51203 - Transportasi Antariksa untuk Barang
Kode & Judul KBLI 2020
51204 - Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Luar Negeri untuk Kargo
Jenis Perubahan
Pecah Kode
Uraian
Uraian KBLI 2025
Kelompok ini mencakup aktivitas transportasi muatan/kargo dengan wahana peluncur pada semua jenis rute dan jadwal peluncuran. Kelompok ini juga mencakup - peluncuran satelit dan wahana antariksa;
Uraian KBLI 2020 / OSS RBA
Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan kargo dengan pesawat udara dari satu bandar udara di dalam negeri ke bandar udara lain di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau sebaliknya pada rute dan jadwal penerbangan yang tidak tetap dan tidak teratur dengan membayar tarif yang merupakan kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa angkutan udara dan tidak dipublikasikan.
Ruang Lingkup
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal (SS-AUNTB)
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lingkup operasionalnya nasional dan/atau internasional | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Dokumen Rencana usaha (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 tahun yang akan datang, paling sedikit memuat: | 7 |
| 2 | Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base) dan rencana daerah operasi penerbangan | 7 |
| 3 | Rencana kebutuhan SDM yang terdiri dari manajemen, teknisi dan personel pesawat udara | 7 |
| 4 | Jenis dan jumlah pesawat udara yang akan dioperasikan (karakteristik dan spesifikasi pesawat, cara perolehan, jumlah kebutuhan pesawat, utilisasi pesawat udara) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan kegiatan angkutan udara secara nyata paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak perizinan berusaha diterbitkan dengan mengoperasikan minimal jumlah pesawat udara yang dimiliki dan dikuasai sesuai dengan lingkup usaha atau kegiatannya | 7 |
| 2 | Memiliki paling sedikit 1 (satu) unit pesawat udara dan pesawat udara yang lainnya dalam bentuk menguasai dengan jenis yang mendukung kelangsungan operasional penerbangan sesuai dengan daerah operasi yang dilayani | 7 |
| 3 | Mematuhi ketentuan wajib angkut, penerbangan sipil, dan ketentuan lain sesuai dengan peraturan perundang���undangan | 7 |
| 4 | Menutup asuransi tanggungjawab pengangkut dengan nilai pertanggungan sebesar santunan kargo angkutan udara niaga yang dibuktikan dengan perjanjian penutupan asuransi | 7 |
| 5 | Menyerahkan laporan kegiatan angkutan udara, termasuk keterlambatan dan pembatalan penerbangan setiap bulan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada menteri | 7 |
| 6 | Menyerahkan laporan kinerja keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar yang sekurangkurangnya memuat neraca, laporan rugi laba, arus kas, dan rincian biaya, setiap tahun paling lambat akhir bulan april tahun berikutnya kepada Menteri | 7 |
| 7 | Melaporkan apabila terjadi perubahan penanggung jawab atau pemilik badan usaha angkutan udara niaga, domisili badan usaha angkutan udara niaga dan kepemilikan pesawat udara kepada Menteri | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal (SS-AUNTB)
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lingkup operasionalnya nasional dan/atau internasional | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Dokumen Rencana usaha (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 tahun yang akan datang, paling sedikit memuat: | 7 |
| 2 | Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base) dan rencana daerah operasi penerbangan | 7 |
| 3 | Rencana kebutuhan SDM yang terdiri dari manajemen, teknisi dan personel pesawat udara | 7 |
| 4 | Jenis dan jumlah pesawat udara yang akan dioperasikan (karakteristik dan spesifikasi pesawat, cara perolehan, jumlah kebutuhan pesawat, utilisasi pesawat udara) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan kegiatan angkutan udara secara nyata paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak perizinan berusaha diterbitkan dengan mengoperasikan minimal jumlah pesawat udara yang dimiliki dan dikuasai sesuai dengan lingkup usaha atau kegiatannya | 7 |
| 2 | Memiliki paling sedikit 1 (satu) unit pesawat udara dan pesawat udara yang lainnya dalam bentuk menguasai dengan jenis yang mendukung kelangsungan operasional penerbangan sesuai dengan daerah operasi yang dilayani | 7 |
| 3 | Mematuhi ketentuan wajib angkut, penerbangan sipil, dan ketentuan lain sesuai dengan peraturan perundang���undangan | 7 |
| 4 | Menutup asuransi tanggungjawab pengangkut dengan nilai pertanggungan sebesar santunan kargo angkutan udara niaga yang dibuktikan dengan perjanjian penutupan asuransi | 7 |
| 5 | Menyerahkan laporan kegiatan angkutan udara, termasuk keterlambatan dan pembatalan penerbangan setiap bulan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada menteri | 7 |
| 6 | Menyerahkan laporan kinerja keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar yang sekurangkurangnya memuat neraca, laporan rugi laba, arus kas, dan rincian biaya, setiap tahun paling lambat akhir bulan april tahun berikutnya kepada Menteri | 7 |
| 7 | Melaporkan apabila terjadi perubahan penanggung jawab atau pemilik badan usaha angkutan udara niaga, domisili badan usaha angkutan udara niaga dan kepemilikan pesawat udara kepada Menteri | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal (SS-AUNTB)
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lingkup operasionalnya nasional dan/atau internasional | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Dokumen Rencana usaha (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 tahun yang akan datang, paling sedikit memuat: | 7 |
| 2 | Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base) dan rencana daerah operasi penerbangan | 7 |
| 3 | Rencana kebutuhan SDM yang terdiri dari manajemen, teknisi dan personel pesawat udara | 7 |
| 4 | Jenis dan jumlah pesawat udara yang akan dioperasikan (karakteristik dan spesifikasi pesawat, cara perolehan, jumlah kebutuhan pesawat, utilisasi pesawat udara) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan kegiatan angkutan udara secara nyata paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak perizinan berusaha diterbitkan dengan mengoperasikan minimal jumlah pesawat udara yang dimiliki dan dikuasai sesuai dengan lingkup usaha atau kegiatannya | 7 |
| 2 | Memiliki paling sedikit 1 (satu) unit pesawat udara dan pesawat udara yang lainnya dalam bentuk menguasai dengan jenis yang mendukung kelangsungan operasional penerbangan sesuai dengan daerah operasi yang dilayani | 7 |
| 3 | Mematuhi ketentuan wajib angkut, penerbangan sipil, dan ketentuan lain sesuai dengan peraturan perundang���undangan | 7 |
| 4 | Menutup asuransi tanggungjawab pengangkut dengan nilai pertanggungan sebesar santunan kargo angkutan udara niaga yang dibuktikan dengan perjanjian penutupan asuransi | 7 |
| 5 | Menyerahkan laporan kegiatan angkutan udara, termasuk keterlambatan dan pembatalan penerbangan setiap bulan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada menteri | 7 |
| 6 | Menyerahkan laporan kinerja keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar yang sekurangkurangnya memuat neraca, laporan rugi laba, arus kas, dan rincian biaya, setiap tahun paling lambat akhir bulan april tahun berikutnya kepada Menteri | 7 |
| 7 | Melaporkan apabila terjadi perubahan penanggung jawab atau pemilik badan usaha angkutan udara niaga, domisili badan usaha angkutan udara niaga dan kepemilikan pesawat udara kepada Menteri | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal (SS-AUNTB)
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lingkup operasionalnya nasional dan/atau internasional | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Dokumen Rencana usaha (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 tahun yang akan datang, paling sedikit memuat: | 7 |
| 2 | Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base) dan rencana daerah operasi penerbangan | 7 |
| 3 | Rencana kebutuhan SDM yang terdiri dari manajemen, teknisi dan personel pesawat udara | 7 |
| 4 | Jenis dan jumlah pesawat udara yang akan dioperasikan (karakteristik dan spesifikasi pesawat, cara perolehan, jumlah kebutuhan pesawat, utilisasi pesawat udara) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan kegiatan angkutan udara secara nyata paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak perizinan berusaha diterbitkan dengan mengoperasikan minimal jumlah pesawat udara yang dimiliki dan dikuasai sesuai dengan lingkup usaha atau kegiatannya | 7 |
| 2 | Memiliki paling sedikit 1 (satu) unit pesawat udara dan pesawat udara yang lainnya dalam bentuk menguasai dengan jenis yang mendukung kelangsungan operasional penerbangan sesuai dengan daerah operasi yang dilayani | 7 |
| 3 | Mematuhi ketentuan wajib angkut, penerbangan sipil, dan ketentuan lain sesuai dengan peraturan perundang���undangan | 7 |
| 4 | Menutup asuransi tanggungjawab pengangkut dengan nilai pertanggungan sebesar santunan kargo angkutan udara niaga yang dibuktikan dengan perjanjian penutupan asuransi | 7 |
| 5 | Menyerahkan laporan kegiatan angkutan udara, termasuk keterlambatan dan pembatalan penerbangan setiap bulan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada menteri | 7 |
| 6 | Menyerahkan laporan kinerja keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar yang sekurangkurangnya memuat neraca, laporan rugi laba, arus kas, dan rincian biaya, setiap tahun paling lambat akhir bulan april tahun berikutnya kepada Menteri | 7 |
| 7 | Melaporkan apabila terjadi perubahan penanggung jawab atau pemilik badan usaha angkutan udara niaga, domisili badan usaha angkutan udara niaga dan kepemilikan pesawat udara kepada Menteri | 7 |
PB UMKU
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti bayar PNBP | - |
| 2 | Memiliki perizinan berusaha angkutan udara niaga atau perizinan kegiatan angkutan udara bukan niaga | 5 Tahun |
| 3 | Memiliki standar pengoperasian pesawat udara tanpa awak yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 4 | Memiliki standar perawatan pesawat udara tanpa awak yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 5 | Memiliki Safety Management System Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 6 | Memiliki pernyataan kepatuhan (compliance statement) | 5 Tahun |
| 7 | Memiliki Quality Management System Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 8 | Memiliki program keamanan angkutan udara | 5 Tahun |
| 9 | Memiliki dan/atau menguasai Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/CAS) dengan jumlah tertentu sesuai dengan yang tertulis di dalam lampiran Perizinan Berusaha atau perizinan kegiatan Angkutan Udara | 7 Hari |
| 10 | Memiliki dan/atau menguasai personel operasi Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/ UAS) dan/atau personel ahli perawatan Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/UAS) | 7 Hari |
| 11 | Memiliki standar pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/UAS) | 7 Hari |
| 12 | Memiliki standar perawatan Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aircraft System/UAS) | 7 Hari |
| 13 | Memiliki program keamanan Angkutan Udara mengacu kepada ketentuan program Keamanan Penerbangan nasional | 7 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaksanakan segala ketentuan sesuai dengan sertifikat ROC Melaksanakan ketentuan di dalam batasan operasi (operation specification) Melaksanakan kegiatan operasional sesuai dengan prosedur manual operasional yang telah disahkan | 7 Hari |
| 2 | Melaksanakan segala ketentuan sesuai dengan sertifikat ROC | 7 Hari |
| 3 | Melaksanakan ketentuan di dalam batasan operasi (operation specification) | 7 Hari |
| 4 | Melaksanakan kegiatan operasional sesuai dengan prosedur manual operasional yang telah disahkan | 7 Hari |
| 5 | Melakukan kegiatan perawatan sesuai dengan manual perawatan yang disahkan | 7 Hari |
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti bayar PNBP | - |
| 2 | Quality Management System Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 3 | Operation Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 4 | Company Maintenance Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 5 | Safety Management System Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 6 | MEL/CDL yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 7 | Airplane Flight Manual yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 8 | Maintenance Program yang telah disahkan | 5 Tahun |
| 9 | Memiliki pernyataan kepatuhan (compliance statement) | 5 Tahun |
| 10 | Bukti langganan Manual Perawatan dan pengoperasian pesawat udara dari pabrikan | 5 Tahun |
| 11 | Bukti berlangganan Aeronautical Information Publication (AIP) | 5 Tahun |
| 12 | Memiliki program keamanan angkutan udara | 5 Tahun |
| 13 | Memiliki dan menguasai Pesawat Udara dengan jumlah tertentu sesuai dengan Perizinan Berusaha Angkutan Udara Niaga yang dimiliki | 7 Hari |
| 14 | Memiliki dan/atau menguasai personel Pesawat Udara yang kompeten dalam jumlah rasio yang memadai untuk mengoperasikan dan melakukan perawatan Pesawat Udara | 7 Hari |
| 15 | Memiliki struktur organisasi paling sedikit di bidang operasi, perawatan, keselamatan, dan jaminan kendali mutu | 7 Hari |
| 16 | Memiliki personel manajemen yang kompeten yang bertanggung jawab terhadap kegiatan keselamatan, operasi dan perawatan Pesawat Udara serta telah dinyatakan lulus uji kepatutan dan uji kelayakan: | 7 Hari |
| 17 | Memiliki pedoman organisasi pengoperasian dan pedoman organisasi perawatan | 7 Hari |
| 18 | Memiliki program perawatan Pesawat Udara | 7 Hari |
| 19 | Memiliki pedoman sistem manajemen mutu untuk mempertahankan kinerja operasi dan teknik secara terus menerus | 7 Hari |
| 20 | Memiliki pedoman sistem manajemen keselamatan dan | 7 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaksanakan segala ketentuan sesuai dengan sertifikat AOC Melaksanakan ketentuan di dalam batasan operasi (operation specification) Melaksanakan kegiatan operasional sesuai dengan prosedur manual operasional yang telah disahkan Melakukan kegiatan perawatan sesuai dengan manual perawatan yang disahkan | 7 Hari |
| 2 | Melaksanakan segala ketentuan sesuai dengan sertifikat AOC | 7 Hari |
| 3 | Melaksanakan ketentuan di dalam batasan operasi (operation specification) | 7 Hari |
| 4 | Melaksanakan kegiatan operasional sesuai dengan prosedur manual operasional yang telah disahkan | 7 Hari |
| 5 | Melakukan kegiatan perawatan sesuai dengan manual perawatan yang disahkan | 7 Hari |
Catatan: Informasi ini merupakan alat bantu pencarian KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Untuk keputusan perizinan resmi, tetap lakukan konfirmasi pada sistem OSS dan regulasi sektoral yang berlaku.