
Detail KBLI 2025
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran

DETAIL KBLI
KBLI 202501279
KBLI 202001270
Pertanian Tanaman untuk Bahan Minuman Lainnya
Kode & Judul KBLI 2025
01279 - Pertanian Tanaman untuk Bahan Minuman Lainnya
Kode & Judul KBLI 2020
01270 - Pertanian Tanaman Untuk Bahan Minuman
Jenis Perubahan
Pecah Kode
Uraian
Uraian KBLI 2025
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman untuk bahan minuman lainnya, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Uraian KBLI 2020 / OSS RBA
Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman untuk bahan minuman, seperti tanaman kopi, teh, mate dan kakao. Termasuk kegiatan pembibitan dan pembenihan tanaman untuk bahan minuman.
Ruang Lingkup
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Usaha berlokasi di Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Usaha berlokasi di lintas Kabupaten/ kota | Gubernur |
| 3 | Usaha berlokasi di lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan budidaya sesuai pedoman budidaya yang baik (GAP) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Usaha berlokasi di Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Usaha berlokasi di lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Usaha berlokasi di lintas Kabupaten/ kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan budidaya sesuai pedoman budidaya yang baik (GAP) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
3
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Usaha berlokasi di lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Usaha berlokasi di lintas Kabupaten/ kota | Gubernur |
| 3 | Usaha berlokasi di Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Rencana kerja pembangunan kebun termasuk rencana fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar | 3 |
| 2 | Surat pernyataan memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 3 | Surat pernyataan memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pembukaan lahan tanpa bakar serta pengendalian kebakaran | 3 |
| 4 | Surat persetujuan masyarakat hukum adat, untuk lahan yang digunakan seluruhnya atau sebagian berada di atas tanah hak ulayat | 3 |
| 5 | Kesepakatan antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat sekitar tentang aktivitas usaha perkebunan mencakup batasbatas wilayah kerja perusahaan perkebunan | 3 |
| 6 | Surat pernyataan kesanggupan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilengkapi dengan rencana kerja dan rencana pembiayaan | 3 |
| 7 | Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan kemitraan dengan pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar Perkebunan | 3 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | 3 |
| 2 | Menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar | 3 |
| 3 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 4 | Menyampaikan peta digital lokasi Izin Usaha Perkebunan skala 1: | 3 |
| 5 | 000 atau 1: | 3 |
| 6 | 000 (cetak peta dan file elektronik) disertai dengan koordinat yang lengkap sesuai dengan peraturan perundang undangan | 3 |
| 7 | Mengusahakan lahan paling lambat 2 (dua) tahun setelah pemberian status hak atas tanah | 3 |
| 8 | Melakukan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) tahun sejak hak guna usaha diberikan | 3 |
| 9 | Kemitraan dengan Pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar | 3 |
| 10 | Menjaga kelestarian fungsi lingkungan dan keragaman sumber daya genetik serta mencegah berjangkitnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 11 | Melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan | 3 |
| 12 | Menyampaikan Laporan Kegiatan Usaha Secara Periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | 3 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Tinggi
Perizinan Berusaha
Izin
Jangka Waktu
3
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Usaha berlokasi di Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Usaha berlokasi di lintas Kabupaten/ kota | Gubernur |
| 3 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 4 | Usaha berlokasi di lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Rencana kerja pembangunan kebun termasuk rencana fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar | 3 |
| 2 | Surat pernyataan memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 3 | Surat pernyataan memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pembukaan lahan tanpa bakar serta pengendalian kebakaran | 3 |
| 4 | Surat persetujuan masyarakat hukum adat, untuk lahan yang digunakan seluruhnya atau sebagian berada di atas tanah hak ulayat | 3 |
| 5 | Kesepakatan antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat sekitar tentang aktivitas usaha perkebunan mencakup batasbatas wilayah kerja perusahaan perkebunan | 3 |
| 6 | Surat pernyataan kesanggupan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilengkapi dengan rencana kerja dan rencana pembiayaan | 3 |
| 7 | Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan kemitraan dengan pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar Perkebunan | 3 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | 3 |
| 2 | Menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar | 3 |
| 3 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 4 | Menyampaikan peta digital lokasi Izin Usaha Perkebunan skala 1: | 3 |
| 5 | 000 atau 1: | 3 |
| 6 | 000 (cetak peta dan file elektronik) disertai dengan koordinat yang lengkap sesuai dengan peraturan perundang undangan | 3 |
| 7 | Mengusahakan lahan paling lambat 2 (dua) tahun setelah pemberian status hak atas tanah | 3 |
| 8 | Melakukan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) tahun sejak hak guna usaha diberikan | 3 |
| 9 | Kemitraan dengan Pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar | 3 |
| 10 | Menjaga kelestarian fungsi lingkungan dan keragaman sumber daya genetik serta mencegah berjangkitnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 3 |
| 11 | Melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan | 3 |
| 12 | Menyampaikan Laporan Kegiatan Usaha Secara Periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | 3 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
15
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Seluruh | Gubernur |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Surat Keterangan kelayakan sebagai produsen benih yang diterbitkan oleh UPT Pusat/UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan | 15 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | 15 |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 15 |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | 15 |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | 15 |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | 15 |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | 15 |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | 15 |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | 15 |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | 15 |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | 15 |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | 15 |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | 15 |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | 15 |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | 15 |
PB UMKU
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Persyaratan Teknis Rekomendasi Tim Penilai Varietas Ringkasan Proposal (Executive Summary) Silsilah varietas Matriks keunggulan Nama Varietas yang diusulkan dan disetujui oleh Pusat PVTPP Deskripsi varietas, untuk varietas hibrida deskripsi tetua juga dilampirkan | - |
| 2 | $77 | - |
| 3 | Deskripsi tetua untuk varietas hibrida | 16 Hari |
| 4 | Tanda daftar dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) untuk varietas lokal. | 16 Hari |
| 5 | Surat jaminan produksi benih hibirida dari pengusul untuk calon varietas hibrida introduksi | 16 Hari |
| 6 | Analisis ekonomi dari calon varietas yang diusulkan. | 16 Hari |
| 7 | Rencana pengembangan produksi benih untuk 5 (lima) tahun ke depan. | 16 Hari |
| 8 | Surat pernyataan bermaterai dari pemilik varietas yang menyatakan bahwa produksi benih hibrida (F1) untuk tanaman perkebunan akan dilakukan paling lama 3 (tiga) tahun untuk tanaman semusim dan dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) tahun untuk tanaman tahunan sejak pelepasan | 16 Hari |
| 9 | Surat pernyataan bermaterai dari pemilik bahwa benih penjenis (breeder seed) tersedia dalam jumlah yang cukup untuk perbanyakan lebih lanjut. | 16 Hari |
| 10 | Rekomendasi pelepasan varietas oleh Ketua Tim Penilai Varietas | 16 Hari |
| 11 | Laporan akhir pelaksanaan pengujian dalam bentuk ringkasan proposal (executive summary) | 16 Hari |
| 12 | Surat keterangan persetujuan nama varietas dari Kepala Pusat PVTPP | 16 Hari |
| 13 | Matrik keunggulan varietas terhadap pembanding | 16 Hari |
| 14 | Surat izin dari pemilik varietas untuk varietas introduksi. | 16 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (Breeder Seed) Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi Menarik benih yang beredar apabila keputusan pelepasan varietas benih tersebut dicabut Menjamin bahwa benih F1 akan dihasilkan di dalam negeri dan pengembangan produksi untuk lima tahun ke depan Bila benih tetua merupakan benih introduksi maka berkewajiban membangun benih sumber dengan materi tetua jantan dan betina dalam rangka memproduksi benih di Indonesia | 16 Hari |
| 2 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (Breeder Seed) | 16 Hari |
| 3 | Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi | 16 Hari |
| 4 | Menarik benih yang beredar apabila keputusan pelepasan varietas benih tersebut dicabut | 16 Hari |
| 5 | Menjamin bahwa benih F1 akan dihasilkan di dalam negeri dan pengembangan produksi untuk lima tahun ke depan | 16 Hari |
| 6 | Bila benih tetua merupakan benih introduksi maka berkewajiban membangun benih sumber dengan materi tetua jantan dan betina dalam rangka memproduksi benih di Indonesia | 16 Hari |
Catatan: Informasi ini merupakan alat bantu pencarian KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Untuk keputusan perizinan resmi, tetap lakukan konfirmasi pada sistem OSS dan regulasi sektoral yang berlaku.