
Detail KBLI 2025
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran

DETAIL KBLI
KBLI 202501240
KBLI 202001240
Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (Pome and Stone Fruits)
Kode & Judul KBLI 2025
01240 - Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (Pome and Stone Fruits)
Kode & Judul KBLI 2020
01240 - Pertanian Buah Apel dan Buah Batu (Pome and Stone Fruits)
Jenis Perubahan
Tetap
Uraian
Uraian KBLI 2025
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian buah apel dan buah batu (pome and stone fruits), seperti aprikot, ceri, persik, nektarin, pir, quince, plum, sloe, markisa, kepel, terong belanda, dan buah delima. Pertanian buah apel dan buah batu yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman apel dan buah batu untuk menghasilkan benih berupa biji.
Uraian KBLI 2020 / OSS RBA
Kelompok ini mencakup usaha pertanian mulai dari kegiatan penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah apel dan buah batu, seperti apel, aprikot, cherry, peach dan nectarine, pear dan quince, plum dan sloe, markisa, kepel, terong Belanda dan buah delima, dan buah batu lainnya. Termasuk kegiatan pembibitan dan pembenihan tanaman buah apel dan buah batu.
Ruang Lingkup
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Membuat catatan kegiatan usaha. | - |
| 2 | Membuat pernyataan melakukan budidaya yang baik sesuai SOP. | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Membuat catatan kegiatan usaha. | - |
| 2 | Membuat pernyataan melakukan budidaya yang baik sesuai SOP. | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan pangan. | - |
| 2 | Membuat catatan kegiatan usaha dan melaporkan secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya. | - |
| 3 | Melakukan budidaya yang baik melalui penerapan GAP. | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 4 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Surat Pernyataan memiliki/ menguasai lahan/kebun untuk usaha budidaya yang sesuai dengan RUTW. | 7 |
| 2 | Surat Pernyataan ketersediaan sarana prasarana yang memadai untuk usaha budidaya (dilengkapi dokumen perizinan sarana prasarana jika diperlukan). | 7 |
| 3 | Rencana usaha. | 7 |
| 4 | Surat Pernyataan ketersediaan tenaga kerja yang terampil untuk usaha budidaya. | 7 |
| 5 | Surat Pernyataan menerapkan GAP terutama menjaga konservasi lahan dan air, serta tata kelola limbah. | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Kebun/Lahan usaha teregistrasi dalam penerapan GAP/sudah memiliki sertifikat GAP. | 7 |
| 2 | Melakukan transfer teknologi. | 7 |
| 3 | Melaporkan kegiatan usahanya secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya. | 7 |
| 4 | Membuat prosedur kerja dalam memenuhi standar K3L. | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaporkan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
| 2 | Menerapkan peraturan Perbenihan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaporkan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
| 2 | Menerapkan peraturan Perbenihan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaporkan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
| 2 | Menerapkan peraturan Perbenihan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 4 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Surat Pernyataan menguasai tempat usaha produksi | 7 |
| 2 | Surat Pernyataan memiliki sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan | 7 |
| 3 | Surat Pernyataan memiliki atau menguasai sarana produksi benih atau peredaran benih | 7 |
| 4 | Surat Keterangan kompetensi sebagai produsen atau pengedar benih dari Institusi yang berwenang | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melaporkan kegiatan usaha dan pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | 7 |
| 2 | Menerapkan peraturan Perbenihan | 7 |
PB UMKU
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Foto penciri utama calon varietas | 28 Hari |
| 2 | Surat Izin Pemasukan (SIP) untuk varietas introduksi | 28 Hari |
| 3 | Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan perbanyakan benih yang memenuhi PTM | 28 Hari |
| 4 | Surat pernyataan kesanggupan menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai dengan deskripsi | 28 Hari |
| 5 | Surat pertanyaan kesanggupan memelihara arsip benih/tanaman yang didaftarkan sebagai varietas asli | 28 Hari |
| 6 | $76 | - |
| 7 | Persyaratan Teknis Proposal Pendaftaran/Summary Executive Hasil Uji Kebenaran Hasil Uji Keunggulan | - |
| 8 | Bukti bayar PNBP | - |
| 9 | Persyaratan Calon Varietas Memiliki deskripsi varietas sesuai standar yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hortikultura | 28 Hari |
| 10 | Belum pernah didaftarkan untuk peredaran | 28 Hari |
| 11 | memiliki keunggulan tertentu sebagaimana diakui oleh pemulia atau pemilik calon varietas/kuasanya | 28 Hari |
| 12 | Nama varietas mengikuti penamaan peraturan perundangan perlindungan varietas tanaman | 28 Hari |
| 13 | Persyaratan Permohonan Pendaftaran Varietas Memiliki/menguasai calon varietas | 28 Hari |
| 14 | Hasil Uji Keunggulan calon varietas | 28 Hari |
| 15 | Hasil Uji Kebenaran calon varietas | 28 Hari |
| 16 | Deskripsi varietas | 28 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Kesanggupan untuk melaksanakan perbanyakan benih yang memenuhi PTM Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai dengan deskripsi Memelihara arsip benih/tanaman yang didaftarkan sebagai varietas asli Menarik benih yang beredar apabila varietas dimaksud dicabut tanda daftarnya | 28 Hari |
| 2 | Memelihara arsip benih/tanaman yang didaftarkan sebagai varietas asli | 28 Hari |
| 3 | Menarik benih yang beredar apabila varietas dimaksud dicabut tanda daftarnya | 28 Hari |
| 4 | Kesanggupan untuk melaksanakan perbanyakan benih yang memenuhi PTM | 28 Hari |
| 5 | Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai dengan deskripsi | 28 Hari |
Catatan: Informasi ini merupakan alat bantu pencarian KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Untuk keputusan perizinan resmi, tetap lakukan konfirmasi pada sistem OSS dan regulasi sektoral yang berlaku.