
Detail KBLI 2025
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran

DETAIL KBLI
KBLI 202501191
KBLI 202001191
Pertanian Tanaman Pakan Ternak
Kode & Judul KBLI 2025
01191 - Pertanian Tanaman Pakan Ternak
Kode & Judul KBLI 2020
01191 - Pertanian Tanaman Pakan Ternak
Jenis Perubahan
Tetap
Uraian
Uraian KBLI 2025
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian tanaman pakan ternak untuk memproduksi hijauan pakan ternak yang meliputi rumput pakan ternak dan tanaman legum/kacang-kacangan, seperti rumput gajah, rumput raja, rumput odot, rumput setaria, alfalfa, lamtoro, dan Indigoferea zollingeriana. Kegiatan pertanian tanaman pakan ternak yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan.
Uraian KBLI 2020 / OSS RBA
Kelompok ini mencakup bidang usaha produksi hijauan pakan ternak mulai dari kegiatan penyiapan dan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pengolahan pasca panen. Meliputi rumput pakan ternak dan leguminosa/kacang-kacangan tanaman pakan ternak seperti Rumput Gajah, Rumput Raja, Rumput Odot, Rumput Setaria, Alfalfa, Kaliandra, Gamal, Lamtoro, Indigofera Zollingeriana dll.
Ruang Lingkup
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Dalam Satu Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan budidaya sesuai pedoman budidaya yang baik (GAP) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Dalam Satu Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan budidaya sesuai pedoman budidaya yang baik (GAP) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Dalam Satu Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar | - |
| 3 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 4 | Menyampaikan peta digital lokasi Izin Usaha Perkebunan skala 1: | - |
| 5 | 000 atau 1: | - |
| 6 | 000 (cetak peta dan file elektronik) disertai dengan koordinat yang lengkap sesuai dengan peraturan perundang undangan | - |
| 7 | Mengusahakan lahan paling lambat 2 (dua) tahun setelah pemberian status hak atas tanah | - |
| 8 | Melakukan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) tahun sejak hak guna usaha diberikan | - |
| 9 | Kemitraan dengan Pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar | - |
| 10 | Menjaga kelestarian fungsi lingkungan dan keragaman sumber daya genetik serta mencegah berjangkitnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 11 | Melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan | - |
| 12 | Menyampaikan Laporan Kegiatan Usaha Secara Periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Usaha berlokasi di lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Usaha berlokasi di Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
| 4 | Usaha berlokasi di lintas Kabupaten/ kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar | - |
| 3 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 4 | Menyampaikan peta digital lokasi Izin Usaha Perkebunan skala 1: | - |
| 5 | 000 atau 1: | - |
| 6 | 000 (cetak peta dan file elektronik) disertai dengan koordinat yang lengkap sesuai dengan peraturan perundang undangan | - |
| 7 | Mengusahakan lahan paling lambat 2 (dua) tahun setelah pemberian status hak atas tanah | - |
| 8 | Melakukan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) tahun sejak hak guna usaha diberikan | - |
| 9 | Kemitraan dengan Pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar | - |
| 10 | Menjaga kelestarian fungsi lingkungan dan keragaman sumber daya genetik serta mencegah berjangkitnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 11 | Melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan | - |
| 12 | Menyampaikan Laporan Kegiatan Usaha Secara Periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | - |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | - |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | - |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | - |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | - |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | - |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | - |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | - |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | - |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | - |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | - |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | - |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
15
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Gubernur |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Surat Keterangan kelayakan sebagai produsen benih yang diterbitkan oleh UPT Pusat/UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan | 15 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari | 15 |
| 2 | Menerapkan sistem pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) | 15 |
| 3 | Menerapkan kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang undangan | 15 |
| 4 | Memiliki dan/atau menguasai benih sumber | 15 |
| 5 | Memiliki perjanjian kerjasama/ MoU dengan produsen benih sumber apabila pelaku usaha tidak memiliki dan/atau menguasai benih sumber | 15 |
| 6 | Memiliki dan/atau menguasai unit produksi benih yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai jenis tanaman | 15 |
| 7 | Memiliki SDM di bidang perbenihan | 15 |
| 8 | Memiliki rencana produksi benih yang dibuat per tahun | 15 |
| 9 | Memiliki prosedur operasional baku produksi benih bermutu sesuai dengan komoditas yang direncanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pembenihan tanaman perkebunan | 15 |
| 10 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar | 15 |
| 11 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik | 15 |
| 12 | Menyampaikan dokumen asal usul benih | 15 |
| 13 | Melakukan pencatatan kegiatan setiap tahapan pembenihan | 15 |
| 14 | Melakukan pencatatan data benih yang diproduksi dan diedarkan | 15 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berada pada wilayah Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan budidaya sesuai pedoman budidaya yang baik (GAP) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha lintas Kabupaten/ kota dalam satu provinsi | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Paling lambat 1 tahun telah memenuhi self declare terhadap standar kegiatan usaha pertanian tanaman pakan ternak | - |
| 2 | Melakukan usaha budidaya sesuai pedoman budidaya tanaman pakan ternak yang baik | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha lintas Kabupaten/ kota dalam satu provinsi | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berada di wilayah Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Memelihara sumber benih. | - |
| 2 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar mutu. | - |
| 3 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
| 4 | Menerapkan sistem pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). | - |
| 5 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari. | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha lintas Kabupaten/ kota dalam satu provinsi | Gubernur |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lahan usaha berada di wilayah Kabupaten/ kota | Bupati/Walikota |
| 4 | Lahan usaha lintas provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Memelihara sumber benih. | - |
| 2 | Menjamin mutu yang dihasilkan sesuai standar mutu. | - |
| 3 | Menyampaikan laporan kegiatan usaha secara periodik kepada pimpinan instansi sesuai dengan kewenangannya | - |
| 4 | Menerapkan sistem pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). | - |
| 5 | Menerapkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar dan mengelola sumber daya alam secara lestari. | - |
PB UMKU
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Seluruh | Gubernur |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Persyaratan Umum : Sertifikasi NKV diwajibkan untuk unit usaha produk hewan atau sebagaimana dalam tabel | - |
| 2 | Persyaratan administrasi permohonan sertifikasi NKV dengan melampirkan: Surat kuasa bermeterai apabila diwakilkan oleh orang lain Fotokopi izin usaha atau surat tanda daftar usaha Surat rekomendasi dari Dinas Daerah kabupaten/ kota | - |
| 3 | Persyaratan khusus unit usaha produk hewan harus memenuhi persyaratan teknis meliputi: Prasarana dan sarana memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi, biosecurity, dan kesejahtera-an hewan Menjalankan praktik veteriner yang baik dan melampirkan hasil pengujian yang dipersyarat-kan dari laboratorium eksternal terakreditasi Mempunyai dokter hewan yang tidak berstatus aparatur sipil negara sebagai penanggung jawab teknis bagi Unit Usaha yang dipersyaratkan Memiliki pekerja teknis dengan kompetensi di bidang higiene dan sanitasi atau kesejahtera-an hewan bagi yang dipersyaratkan | - |
| 4 | Persyaratan administrasi permohonan sertifikasi NKV dengan melampirkan: surat rekomendasi dari Daerah Dinas kabupaten/kota yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan hewan Form data Umum dan Khusus unit usaha | 14 Hari |
| 5 | Persyaratan teknis meliputi: Alur proses produksi dan denah tata letak alat produksi Prosedur tertulis penerapan hygiene sanitasi Surat pernyataan dan fotokopi ijazah mempunyai dokter hewan yang tidak berstatus aparatur sipil negara sebagai penanggung jawab teknis bagi unit usaha yang dipersyaratkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan Surat pernyataan memiliki pekerja teknis dengan kompetensi di bidang higiene dan sanitasi Surat keterangan memiliki pekerja teknis dengan kompetensi di bidang kesejahteraan bagi hewan yang dipersyaratkan | 14 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Mencantumkan Nomor Kontrol Veteriner wajib pada kemasan bagi yang dipersyaratkan Mengajukan surveilans secara berkala sesuai tingkat NKV yang diterbitkan | 14 Hari |
| 2 | Mencantumkan Nomor Kontrol Veteriner wajib pada kemasan bagi yang dipersyaratkan | 14 Hari |
| 3 | Mengajukan surveilans secara berkala sesuai tingkat NKV yang diterbitkan | 14 Hari |
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Persyaratan Teknis Rekomendasi Tim Penilai Varietas Ringkasan Proposal (Executive Summary) Silsilah varietas Matriks keunggulan Nama Varietas yang diusulkan dan disetujui oleh Pusat PVTPP Deskripsi varietas, untuk varietas hibrida deskripsi tetua juga dilampirkan | - |
| 2 | $77 | - |
| 3 | Deskripsi tetua untuk varietas hibrida | 16 Hari |
| 4 | Tanda daftar dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) untuk varietas lokal. | 16 Hari |
| 5 | Surat jaminan produksi benih hibirida dari pengusul untuk calon varietas hibrida introduksi | 16 Hari |
| 6 | Analisis ekonomi dari calon varietas yang diusulkan. | 16 Hari |
| 7 | Rencana pengembangan produksi benih untuk 5 (lima) tahun ke depan. | 16 Hari |
| 8 | Surat pernyataan bermaterai dari pemilik varietas yang menyatakan bahwa produksi benih hibrida (F1) untuk tanaman perkebunan akan dilakukan paling lama 3 (tiga) tahun untuk tanaman semusim dan dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) tahun untuk tanaman tahunan sejak pelepasan | 16 Hari |
| 9 | Surat pernyataan bermaterai dari pemilik bahwa benih penjenis (breeder seed) tersedia dalam jumlah yang cukup untuk perbanyakan lebih lanjut. | 16 Hari |
| 10 | Rekomendasi pelepasan varietas oleh Ketua Tim Penilai Varietas | 16 Hari |
| 11 | Laporan akhir pelaksanaan pengujian dalam bentuk ringkasan proposal (executive summary) | 16 Hari |
| 12 | Surat keterangan persetujuan nama varietas dari Kepala Pusat PVTPP | 16 Hari |
| 13 | Matrik keunggulan varietas terhadap pembanding | 16 Hari |
| 14 | Surat izin dari pemilik varietas untuk varietas introduksi. | 16 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (Breeder Seed) Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi Menarik benih yang beredar apabila keputusan pelepasan varietas benih tersebut dicabut Menjamin bahwa benih F1 akan dihasilkan di dalam negeri dan pengembangan produksi untuk lima tahun ke depan Bila benih tetua merupakan benih introduksi maka berkewajiban membangun benih sumber dengan materi tetua jantan dan betina dalam rangka memproduksi benih di Indonesia | 16 Hari |
| 2 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (Breeder Seed) | 16 Hari |
| 3 | Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi | 16 Hari |
| 4 | Menarik benih yang beredar apabila keputusan pelepasan varietas benih tersebut dicabut | 16 Hari |
| 5 | Menjamin bahwa benih F1 akan dihasilkan di dalam negeri dan pengembangan produksi untuk lima tahun ke depan | 16 Hari |
| 6 | Bila benih tetua merupakan benih introduksi maka berkewajiban membangun benih sumber dengan materi tetua jantan dan betina dalam rangka memproduksi benih di Indonesia | 16 Hari |
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Persyaratan Teknis Rekomendasi Tim Penilai Varietas Ringkasan proposal (executive summary) Silsilah Varietas, Matrik keunggulan Nama Varietas yang diusulkan dan disetujui oleh Pusat PVTPP, Deskripsi varietas, untuk varietas hibrida deskripsi tetua juga dilampirkan | - |
| 2 | $79 | - |
| 3 | Ringkasan laporan hasil akhir pelaksanaan pengujian | 7 Hari |
| 4 | Surat keterangan persetujuan nama Varietas oleh Pusat PVTPP | 7 Hari |
| 5 | Pernyataan dari pemilik bahwa benih penjenis (breeder seed) tersedia, baik dalam jumlah yang cukup untuk perbanyakan lebih lanjut | 7 Hari |
| 6 | Rencanapengembangan produksi benih untuk 5 (lima) tahun kedepan | 7 Hari |
| 7 | Rekomendasi Tim Penilai Varietas | 7 Hari |
| 8 | Deskripsi varietas | 7 Hari |
| 9 | Foto morfologi varietas | 7 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (breeder seed) Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi Melaporkan pengembangan produksi benih tiap 6 (bulan). Laporan mencakup: jenis bentuk jumlah area distribusi/ pengembangan benih | 7 Hari |
| 2 | Menjamin ketersediaan benih penjenis (breeder seed) | 7 Hari |
| 3 | Menjamin kebenaran varietas yang diedarkan sesuai deskripsi | 7 Hari |
| 4 | Melaporkan pengembangan produksi benih tiap 6 (bulan). Laporan mencakup: | 7 Hari |
| 5 | jenis | 7 Hari |
| 6 | bentuk | 7 Hari |
| 7 | jumlah | 7 Hari |
| 8 | area distribusi/ pengembangan benih | 7 Hari |
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | A. Sertifikasi benih varietas lokal Surat permohonan sertifikasi | - |
| 2 | Formulir karekteristik morfologi | - |
| 3 | B. Sertifikasi Benih Bina Surat permohonan sertifikasi | - |
| 4 | Surat izin produksi benih bina dari bupati/wali kota atau rekomendasi dari kepala UPT/UPTD | - |
| 5 | Surat penetapan kebun sumber benih yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri dan sesuai dengan prosedur sertifikasi. | - |
| 6 | C. Peredaran benih tanaman pakan ternak Surat permohonan sertifikasi | - |
| 7 | Sertifikat pelepasan benih tanaman pakan ternak | - |
| 8 | Label untuk benih bina dan benih varietas lokal yang akan diedarkan | - |
| 9 | Persyaratan umum Sertifikasi benih bina: Untuk memperoleh sertifikat, produsen benih bina harus mengajukan permohonan sertifikasi benih kepada: a. UPT yang melaksana-kan urusan Pemerintah-an di bidang pengawasan dan sertifikasi benih tanaman hijauan pakan ternak b. UPTD atau c. Produsen benih bina yang mendapat-kan sertifikat dari lembaga sertifikasi sistem mutu yang terakreditasi Pengajuan permohonan sertifikasi harus dilengkapi dengan persyaratan: a. Surat izin produksi benih bina dari bupati/wali-kota atau rekomendasi dari kepala UPT/UPTD b. Surat penetapan kebun sumber benih yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri dan c. Sesuai dengan prosedur sertifikasi | - |
| 10 | Persyaratan khusus : Prosedur sertifikasi meliputi: Pemeriksaan: a. Kebenaran benih sumber b. Lapangan dan pertanaman Pengujian laboratorium | - |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menjamin mutu benih bina yang diproduksi | - |
| 2 | Mendokumentasikan data benih yang diproduksi | - |
| 3 | Membuat laporan data benih benih yang diproduksi. | - |
Catatan: Informasi ini merupakan alat bantu pencarian KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Untuk keputusan perizinan resmi, tetap lakukan konfirmasi pada sistem OSS dan regulasi sektoral yang berlaku.