
Detail KBLI 2025
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran
Direktorat Pengelolaan Bisnis - Universitas Padjadjaran

DETAIL KBLI
KBLI 202501121
KBLI 202001121
Pertanian Padi Hibrida
Kode & Judul KBLI 2025
01121 - Pertanian Padi Hibrida
Kode & Judul KBLI 2020
01121 - Pertanian Padi Hibrida
Jenis Perubahan
Tetap
Informasi Resmi OSS RBA / Ketentuan Khusus
Bidang Usaha Pertanian Tanaman Pangan dengan Luas kurang dari 25 Ha:
• Padi Hibrida Dialokasikan untuk Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagaimana diatur di dalam Peraturan Presiden No. 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
• Padi Hibrida Dialokasikan untuk Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagaimana diatur di dalam Peraturan Presiden No. 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Uraian
Uraian KBLI 2025
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian padi hibrida, termasuk di dalamnya kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan sampai dengan dihasilkan gabah. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman padi hibrida untuk menghasilkan benih berupa biji. Padi hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang dihasilkan dari persilangan antara dua galur atau lebih tetua pembentuknya dan/atau galur/inbrida homozigot, contohnya: Bernas Super, Bernas Prima, Sembada B3, Sembada 626, Sembada 989, SL 11 SHS, Bridantara 3, dan PP5. Turunan dari padi hibrida tidak termasuk sebagai padi hibrida.
Uraian KBLI 2020 / OSS RBA
Kelompok ini mencakup usaha pertanian padi hibrida mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan sampai dengan dihasilkan komoditas gabah kering panen (GKP). Termasuk kegiatan pembibitan dan pembenihan tanaman padi hibrida. Padi hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang dihasilkan dari persilangan antara dua galur atau lebih tetua pembentuknya dan/atau galur/inbrida homozigot. Contohnya: Bernas Super, Bernas Prima, Sembada B3, SL 11 SHS. Turunan dari padi hibrida tidak termasuk sebagai padi hibrida.
Ruang Lingkup
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan cara budidaya tanaman pangan yang baik (good agriculture practices) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Rendah
Perizinan Berusaha
-
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan cara budidaya tanaman pangan yang baik (good agriculture practices) | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan cara budidaya tanaman pangan yang baik (good agriculture practices) | - |
| 2 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha meliputi: a. laporan penggunaan bahan baku, b. laporan proses produksi dan c. laporan pemasaran yang disampaikan minimal setiap 1 tahun sekali kepada Menteri Pertanian | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 4 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti penguasaan lahan usaha sesuai ketentuan perundang undangan | 7 |
| 2 | Dokumen rencana kerja usaha budidaya | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan cara budidaya tanaman pangan yang baik (good agriculture practices). | 7 |
| 2 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha meliputi: a. laporan penggunaan bahan baku, b. laporan proses produksi dan c. laporan pemasaran yang disampaikan minimal setiap 1 tahun sekali kepada Menteri Pertanian. | 7 |
| 3 | Menggunakan sarana produksi dalam negeri, kecuali tidak tersedia di dalam negeri. | 7 |
| 4 | Proses produksi wajib menggunakan tenaga kerja warga Negara Indonesia. | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Mikro
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti penguasaan lahan usaha | - |
| 2 | Bukti lokasi produksi benih bukan daerah endemis (berupa informasi spasial) | - |
| 3 | Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih | - |
| 4 | Memiliki Keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi pengawasan dan sertifikasi benih | - |
| 5 | Surat Pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan | - |
| 6 | Menerapkan budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices) | - |
| 7 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha kepada Menteri Pertanian | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Kecil
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Rendah
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
-
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti penguasaan lahan usaha | - |
| 2 | Bukti lokasi produksi benih bukan daerah endemis (berupa informasi spasial) | - |
| 3 | Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih | - |
| 4 | Memiliki Keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi pengawasan dan sertifikasi benih | - |
| 5 | Surat Pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan | - |
| 6 | Menerapkan budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices) | - |
| 7 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha kepada Menteri Pertanian | - |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Menengah
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 3 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti penguasaan lahan usaha | 7 |
| 2 | Bukti lokasi produksi benih bukan daerah endemis institusi yang berwenang | 7 |
| 3 | Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih | 7 |
| 4 | Surat keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi yang berwenang | 7 |
| 5 | Surat pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan | 7 |
| 6 | Surat pernyataan kesanggupan menerapkan budidaya tanaman yang baik dan benar (good agriculture practices) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices) | 7 |
| 2 | Menerapkan standar mutu benih | 7 |
| 3 | Membuktikan lokasi produksi benih bukan daerah endemis OPT | 7 |
| 4 | Memiliki keterangan kelayakan teknis sebagai produsen benih dari institusi yang berwenang | 7 |
| 5 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha kepada Menteri Pertanian | 7 |
Ketentuan #1
Skala
Usaha Besar
Luas Lahan
-
Tingkat Risiko
Menengah Tinggi
Perizinan Berusaha
Sertifikat Standar
Jangka Waktu
7
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | PMA | Menteri/Kepala Badan |
| 2 | Lahan usaha berlokasi lintas Provinsi | Menteri/Kepala Badan |
| 3 | Lahan usaha berlokasi lintas Kabupaten/ Kota | Gubernur |
| 4 | Lahan usaha berlokasi di Kabupaten/ Kota | Bupati/Walikota |
Persyaratan Perizinan Berusaha
| No | Persyaratan Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Bukti penguasaan lahan usaha | 7 |
| 2 | Bukti lokasi produksi benih bukan daerah endemis institusi yang berwenang | 7 |
| 3 | Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih | 7 |
| 4 | Surat keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi yang berwenang | 7 |
| 5 | Surat pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan | 7 |
| 6 | Surat pernyataan kesanggupan menerapkan budidaya tanaman yang baik dan benar (good agriculture practices) | 7 |
Kewajiban Perizinan Berusaha
| No | Kewajiban Perizinan Berusaha | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Menerapkan budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices) | 7 |
| 2 | Menerapkan standar mutu benih | 7 |
| 3 | Membuktikan lokasi produksi benih bukan daerah endemis OPT | 7 |
| 4 | Memiliki keterangan kelayakan teknis sebagai produsen benih dari institusi yang berwenang | 7 |
| 5 | Menyampaikan laporan perkembangan usaha kepada Menteri Pertanian | 7 |
PB UMKU
| No | Parameter | Kewenangan |
|---|---|---|
| 1 | Seluruh | Menteri/Kepala Badan |
Persyaratan
| No | Persyaratan | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Persyaratan Teknis Rekomendasi Tim Penilai Varietas Ringkasan proposal (executive summary) Silsilah Varietas, Matrik keunggulan varietas pembanding, Nama Varietas yang diusulkan dan disetujui oleh Pusat PVTPP, Deskripsi varietas, untuk varietas hibrida deskripsi tetua juga dilampirkan | - |
| 2 | $77 | - |
| 3 | Rekomendasi pelepasan dari Ketua Tim Penilai Varietas | 6 Hari |
| 4 | Deskripsi varietas (untuk Hibrida termasuk Tetua Betina dan Tetua Jantan) | 6 Hari |
| 5 | Ringkasan Laporan Hasil Pengujian | 6 Hari |
| 6 | Matriks Keunggulan | 6 Hari |
| 7 | Pernyataan dari pemilik bahwa benih penjenis (Breeder Seed/BS) atau tetuanya tersedia dalam jumlah yang cukup untuk perbanyakan lebih lanjut sebagai varietas unggul nasional | 6 Hari |
| 8 | Surat pernyataan rencana pengembangan produksi benih selama 5 (lima) tahun kedepan. | 6 Hari |
| 9 | Surat pernyataan kesanggupan menarik benih yang beredar apabila SK Pelepasannya dicabut. | 6 Hari |
| 10 | Apabila Varietas Introduksi harus melampirkan izin dari pemilik varietas | 6 Hari |
| 11 | Apabila varietas lokal harus melampirkan tanda daftar | 6 Hari |
| 12 | Apabila varietas hibrida introduksi yang benihnya dapat diproduksi di Indonesia, harus dilengkapi dengan surat jaminan produksi benih dari pengusul | 6 Hari |
| 13 | Proposal pelepasan varietas | 6 Hari |
Kewajiban
| No | Kewajiban | Jangka Waktu Pemenuhan |
|---|---|---|
| 1 | Memenuhi kewajiban sebagai pemilik varietas tanaman pangan Laporan perkembangan sebaran varietas secara periodik dilaporkan kepada Dirjen Tanaman Pangan | 6 Hari |
| 2 | Memenuhi kewajiban sebagai pemilik varietas tanaman pangan | 6 Hari |
| 3 | Laporan perkembangan sebaran varietas secara periodik dilaporkan kepada Dirjen Tanaman Pangan | 6 Hari |
Catatan: Informasi ini merupakan alat bantu pencarian KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko.
Untuk keputusan perizinan resmi, tetap lakukan konfirmasi pada sistem OSS dan regulasi sektoral yang berlaku.